Idhinningrum menyebut selama ini sejumlah pelayanan pemerintahan lebih banyak terpusat di wilayah perkotaan. Karena itu, kehadiran layanan langsung di desa dinilai membantu masyarakat memperoleh akses pelayanan tanpa harus selalu mendatangi pusat pemerintahan di Kepanjen.
“Pelayanan publik yang selama ini rata-rata berada di pusat kota, yaitu Kepanjen, bisa lebih dekat dengan masyarakat. Tujuannya memberikan pelayanan atau servis publik yang terbaik bagi warga, terutama masyarakat Desa Sumberporong,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat konsep pembangunan Desa Sumberporong yang tidak hanya mengejar pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh kualitas sumber daya manusia, kesehatan, ekonomi, lingkungan, gotong royong dan inovasi.
Konsep tersebut dirangkum dalam gagasan “Sumberporong Oke Lagi”, yang menurut Idhinningrum diarahkan agar masyarakat menjadi lebih baik secara menyeluruh.
“Orangnya harus menjadi pribadi yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kemudian kesehatan juga harus diperhatikan. Orangnya ada, tetapi tidak sehat, tentu tidak pas. Selanjutnya ekonominya juga harus meningkat agar kesejahteraan masyarakat ikut bertambah,” jelasnya.
Untuk mendukung sektor ekonomi warga, pelayanan dalam kegiatan Suling juga mencakup PIRT dan NIB. Sementara dari sisi sosial, pemerintah desa mendorong gotong royong, toleransi antarumat beragama serta kepedulian terhadap lingkungan.
“Gotong royong harus terus kita jaga. Seluruh warga Desa Sumberporong berusaha menjalin kebersamaan satu sama lain,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi agar masyarakat dan pemerintah desa tidak berhenti pada pola lama.
“Kita tidak boleh hanya berdiam diri. Kita harus menerima pembaruan dan perubahan karena cepat atau lambat kita harus bertumbuh menjadi lebih baik. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan masa depan harus lebih baik lagi,” tegas Idhinningrum.
Sementara itu, Bupati Malang HM Sanusi dalam kesempatan tersebut mengajak masyarakat menjadikan masjid sebagai pusat penguatan keimanan sekaligus pembentukan karakter masyarakat yang religius dan rukun.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah melaksanakan kegiatan keagamaan dengan istiqomah. Utamanya kegiatan istighosah, sholawatan, dan sholat berjamaah, sehingga Kabupaten Malang ini senantiasa mendapatkan keberkahan, ketentraman, dan dijauhkan dari segala bala,” ujar Sanusi.
Bupati yang akrab disapa Abah Sanusi itu juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan dengan memakmurkan masjid dan membiasakan keluarga melaksanakan sholat berjamaah.
“Mari kita semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita. Makmurkan masjid, ajak anak-anak dan keluarga kita untuk sholat berjamaah. Dari masjid kita bangun karakter masyarakat Kabupaten Malang yang religius dan rukun,” ajaknya.
Melalui Suling di Desa Sumberporong, kegiatan keagamaan dan pelayanan pemerintahan berjalan dalam satu ruang. Pemerintah hadir tidak hanya untuk berinteraksi dengan masyarakat, tetapi juga membawa sejumlah layanan langsung ke desa sekaligus membuka ruang komunikasi mengenai kebutuhan pembangunan di tingkat bawah.//////










