Dengan adanya kerjasama dengan beberapa negara asing manfaat bagi Stikes Banyuwangi antara lain; pertamas pihak Stikes Banyuwangi berupaya maksimal membantu mereka. Selanjutnya kedua dengan adanya kerjasama lima negara lain merupakan bentuk pengakuan dari negara asal mahasiswa yang menjalin kerjasama.
“Beberapa waktu yang lalu mahasiswa beberapa negara tersebut sudah ada kerjasama dengan UI, Unpad, dan Unmus. Ternyata mereka menyampaikan dengan lembaga kami tidak ada bedanya kecepatan dalam bimbingan terutama skripsi dan sebagainya kita mendapatkan apresiasi,” jelas H Kardjo.
Untuk saat ini sasaran lulusan Stikes Banyuwangi memang internasional sehingga pihaknya bersyukur para mahasiswanya mampu meraih prestasi kejuaraan-kejuaraan internasional seperti; bahasa Inggris, olahraga maupun bidang-bidang yang lain sudah menembus ke level internasional.
“Jadi kita bukan lagi hanya berkompetisi dalam lingkup nasional, kalau enggak begitu kita ketinggalan. Jadi bisa dikatakan kami siap untuk bertarung ditingkat internasional,” tambah H Kardjo.
Oleh karena itu, lanjut dia sejak dini sekarang ini mahasiswa Stikes harus mampu berbahasa Inggris. Walaupun belum maksimal tetapi sudah sekitar dua tahun ini mulai, mereka yang mengerjakan skripsi atau karya tulis harus memakai bahasa Inggris.
“Selain Bahasa Inggris kami juga mengembangkan bahasa Jepang dan Mandarin. Tujuan utamanya adalah untuk mempersiapkan lulusan Stikes Banyuwangi apabila mereka nanti kerja di Jepang atau Taiwan. Tetapi kalau yang di Arab Saudi, Kuwait dan lain sebagainya tentunnya butuh Bahasa Inggris,” pungkas H Kardjo./////










