Silaturahmi KOPNUSPOS Surabaya, Gubernur Khofifah Titipkan Lima Harapan untuk Koperasi yang Lebih Kuat

by -6 Views
Wartawan: Ady Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Surabaya, seblang.comGubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan peran strategis koperasi dan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Jawa Timur. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Silaturahmi dan Penguatan Jaringan Koperasi Simpan Pinjam Nusantara (KOPNUS) yang digelar di Surabaya.

Dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Dr. Endy Alim Abdi Nusa, S.IP., M.M., Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi kepada pengurus, pengawas, direksi, serta seluruh anggota KOPNUSPOS atas konsistensinya membangun silaturahmi dan kolaborasi dengan berbagai mitra usaha.

“Koperasi akan kokoh apabila ada kepercayaan anggota sebagai pilar utamanya. Koperasi akan berkembang pesat apabila ada kolaborasi strategis dengan mitra,” tegasnya dalam acara yang berlangsung di Hotel Shangri-La Surabaya, Jumat (19/6/2026).

Gubernur Khofifah menjelaskan, di tengah dinamika ekonomi global dan nasional, koperasi memegang peran penting dalam membangun ekonomi daerah berbasis kerakyatan. Nilai kebersamaan, keadilan, dan keberlanjutan menjadi ciri khas yang membedakan koperasi dari badan usaha lainnya.

Ekonomi Jatim Tumbuh Solid

Data terbaru menunjukkan ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen secara tahunan (year-on-year) pada Triwulan I 2026. Kontribusinya terhadap perekonomian Pulau Jawa mencapai 25,16 persen dan terhadap perekonomian nasional sebesar 14,40 persen. Sektor industri pengolahan, perdagangan, pertanian, serta akomodasi menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut.

Per 18 Juni 2026, Jawa Timur tercatat memiliki 29.219 koperasi, terbanyak di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 13,34 persen merupakan koperasi simpan pinjam, sedangkan 86,66 persen bergerak di sektor riil, seperti koperasi konsumen, produsen, dan jasa. Selain itu, terdapat 8.494 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur.

Khofifah juga memaparkan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui program Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, dan Jatim Agro. Berbagai inisiatif seperti Desa Devisa, penguatan koperasi sektor riil, hilirisasi pertanian, Jatim Agro Hub, hingga kemandirian pangan menjadi prioritas dalam RKPD 2026.

Lebih lanjut, data tahun 2025 menunjukkan kontribusi koperasi dan UMKM terhadap perekonomian Jawa Timur mencapai 60,09 persen. “Ini membuktikan koperasi dan UMKM merupakan backbone perekonomian Jawa Timur,” ujarnya.

Lima Harapan untuk Koperasi Masa Depan

Menghadapi berbagai tantangan ke depan, Gubernur Khofifah meminta KOPNUS dan koperasi lainnya untuk semakin adaptif, inovatif, dan solid. Ia menitipkan lima harapan utama, yakni:

iklan warung gazebo