Setelah pembersihan, pemkab merencanakan pemasangan paranet di sepanjang bagian atas sungai untuk membatasi akses pembuangan sampah. Pemasangan tersebut ditargetkan berlangsung dalam rentang satu hingga enam bulan.
CCTV juga akan dipasang di sejumlah titik strategis untuk memantau aktivitas di sepanjang aliran sungai sekaligus mencegah warga membuang sampah sembarangan.
“Pemantauan melalui CCTV diharapkan memperkuat pengawasan dan mencegah orang membuang sampah ke sungai. Warga yang ketahuan, akan kita minta untuk mengambil sampahnya di sungai kembali. Namun, yang paling penting adalah kesadaran bersama untuk menjaga sungai tetap bersih,” tutur Ipuk.
Penanganan Sungai Kalimati selanjutnya akan diperkuat melalui kesepakatan bersama dalam program Banyuwangi Hijau. Pemkab akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat sekitar, pabrik, hingga pemilik tambak untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Ipuk berharap penanganan tersebut tidak hanya membuat sungai kembali bersih, tetapi juga memperbaiki kesehatan lingkungan dan membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar.
“Kita ingin Sungai Kalimati benar-benar bersih, lingkungannya sehat, dan masyarakatnya ikut menjaga. Kalau ini bisa kita lakukan bersama secara konsisten, kawasan ini bukan hanya terbebas dari sampah, tetapi juga punya potensi untuk dikembangkan menjadi pusat kuliner yang menggerakkan ekonomi warga,” pungkasnya./////












