Dari stasiun tersebut, perjalanan para pelanggan kemudian dilanjutkan kembali menggunakan kereta api menuju Malang.
“Penumpang KA Tawangalun yang berhenti di Kalibaru dialihkan menggunakan bus ke Stasiun Kalisat. Dari sana, perjalanan menuju Malang dilanjutkan menggunakan kereta,” jelas Cahyo.
Gangguan jalur juga menyebabkan perjalanan KA Sritanjung dan KA Logawa sempat tertahan. Selama menunggu kondisi jalur ditangani, KAI memberikan layanan service recovery kepada pelanggan yang perjalanannya terdampak.
Di sisi lain, tim teknis KAI Daop 9 Jember bekerja melakukan penanganan darurat pada jalur yang tergerus. Material di sekitar lokasi dibersihkan, bagian tebing diperkuat, dan batu koral atau ballast kembali ditimbunkan untuk menjaga kestabilan konstruksi rel.
Petugas juga memasang penahan gogosan sebagai bagian dari upaya mencegah kerusakan bertambah akibat aliran air.
KAI menargetkan penanganan awal terhadap gangguan prasarana tersebut dapat diselesaikan sekitar pukul 11.00 WIB. Meski pekerjaan fisik dilakukan secepat mungkin, jalur tidak akan langsung digunakan sebelum seluruh bagian diperiksa dan dinyatakan aman untuk perjalanan kereta api.
“Penumpang KA Sritanjung dan KA Logawa yang tertahan juga mendapatkan layanan service recovery. Semua langkah yang kami lakukan tetap mengutamakan keselamatan,” tegas Cahyo.
Hujan deras yang melanda Jember sejak Minggu malam menjadi awal dari gangguan yang kemudian ditemukan pada Senin pagi itu. Bagi KAI, pemulihan perjalanan bukan sekadar mengejar normalisasi jadwal, melainkan memastikan jalur yang sebelumnya tergerus luapan air benar-benar kembali aman sebelum kereta api melintas.
KAI Daop 9 Jember pun mengimbau masyarakat dan calon penumpang untuk mengikuti arahan petugas serta memantau perkembangan informasi perjalanan melalui kanal resmi KAI.////////////












