Petani Banyuwangi Keluhkan Irigasi, Zulhas: Bikin Surat, Saya Kawal

by -27 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Persoalan jaringan irigasi menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan petani Banyuwangi saat bertemu Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Dam Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kamis (20/8/2026).

Dalam agenda Jagongan Bareng bersama Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dan petani se-Banyuwangi itu, sejumlah petani mengungkap kondisi saluran pengairan yang dinilai menghambat kebutuhan air untuk lahan pertanian.


Dianto, petani asal Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, misalnya, meminta pemerintah mempercepat penanganan saluran irigasi untuk menghadapi ancaman kekurangan air saat kemarau panjang.

“Kami mohon kepada Pak Menteri masalah ini bisa diselesaikan secepatnya,” ujar Dianto di hadapan Zulhas.

Ketua Gabungan HIPPA Pesanggaran, Murtadho, turut menyampaikan persoalan sedimentasi. Menurut dia, lumpur yang menumpuk di saluran sekunder membuat aliran air menuju lahan pertanian terganggu.

Petani juga berharap pola pembangunan infrastruktur pengairan tidak hanya dikerjakan kontraktor. Mereka meminta masyarakat dilibatkan melalui skema swakelola atau padat karya.

“Permintaan semua HIPPA itu kalau misalnya ada bangunan irigasi dari pemerintah harus diswakelolakan, Pak,” kata Tain, perwakilan HIPPA Tegalsari.

Sementara itu, Hariyadi, petani dari Muncar, meminta pemerintah segera merealisasikan perbaikan Jaringan Irigasi Tersier Dam Mendung.

Menanggapi keluhan tersebut, Zulhas meminta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyusun seluruh usulan petani secara tertulis dan mengirimkannya kepada Kementerian Pekerjaan Umum.

iklan warung gazebo