Media, menurutnya, perlu memastikan informasi yang disampaikan benar-benar teruji. Pemisahan antara fakta, persepsi, dan informasi yang belum terverifikasi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pemberitaan.
Di sisi lain, Pertamina menyatakan tetap memberikan ruang bagi kritik dan masukan masyarakat. Termasuk berbagai tanggapan yang muncul melalui media sosial, yang dapat menjadi bahan evaluasi perusahaan.
Arya bersama tim juga berupaya menyerap pandangan dari berbagai kalangan, termasuk insan media, melalui sejumlah forum diskusi. Masukan tersebut diperlukan untuk melihat persoalan dari perspektif yang lebih luas.
Namun, hubungan antara perusahaan dan media tetap harus dibangun dengan menjaga independensi pers. Akurasi serta keberimbangan menjadi prinsip yang tidak boleh ditinggalkan demi mempertahankan kepercayaan masyarakat.
IDMC 2026 digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) pada 28–29 Oktober 2026 di Shangri-La Hotel, Surabaya. Konferensi tersebut mengangkat tema Media Reborn: Reinventing News Media in the Era of AI & Content Creator.
Pertamina menjadi salah satu pihak yang mendukung agenda tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan industri media digital dan penguatan ekosistem informasi nasional.
Selain Pertamina, kegiatan ini juga didukung Astra, BNI, Danone, Djarum, Alamtri, PLN, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur, Freeport, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bank Jago, Bank Mandiri, GoTo, Bank Syariah Indonesia, Astra Honda Motor, INALUM, HCML, BKMS/JIIPE, serta sejumlah perusahaan energi dan migas.///////////












