Menurutnya, kawasan waduk yang kini lebih bersih, tertata rapi, dan memiliki volume air yang memadai akan menjadi magnet baru bagi sektor pariwisata, khususnya dalam pengembangan ekowisata berbasis desa. Hal ini diyakini mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat melalui efek berganda (multiplier effect).
”Kesejahteraan masyarakat Desa Tanjungan kini tumbuh tidak hanya dari sektor pertanian yang semakin produktif, tetapi juga dari berkembangnya destinasi wisata di sekitar waduk,” ujar Suparlik.
Dengan memadukan sektor agraris yang tangguh dan pariwisata lokal yang menarik, Waduk Tanjungan diharapkan bertransformasi menjadi kawasan mandiri yang memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mojokerto.(rh)












