OJK Dukung Pengembangan Batik Banyuwangi, BBF Digelar Bareng Bulan Inklusi Keuangan

by -5 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

“Di satu sisi kita merayakan warisan budaya, di sisi lain kita memperkuat ekonomi para perajin dan pelaku UMKM yang menghidupkan budaya,” kata Mujiono saat menghadiri pembukaan BBF, Jumat (6/11/2026).

Mujiono berharap festival tersebut menjadi ruang bagi perajin untuk terus berinovasi, mulai dari pengembangan motif, desain hingga strategi pemasaran.


“Termasuk memanfaatkan layanan keuangan digital untuk memperluas jangkauan pasar batik Banyuwangi,” ujarnya.

Sejak pertama kali digelar, BBF konsisten memperkenalkan kekayaan motif batik khas Banyuwangi. Sejumlah motif yang pernah diangkat antara lain Gajah Oling, Kangkung Setingkes, Kopi Pecah, Blarak Sempal, Sekar Jagad Blambangan, Cacing Sembrug hingga Wader Kesit.

Tahun ini, motif Sabuk Mangir Latar Ukel menjadi tema utama festival. Motif tersebut merepresentasikan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan leluhur Banyuwangi.

Berbagai kegiatan turut memeriahkan BBF dan BIK 2026. Mulai dari peragaan busana batik, Financial Expo dan Bazar UMKM, pemilihan Duta Lembaga Jasa Keuangan (LJK), talk show literasi keuangan, kompetisi kreasi budaya dan desain batik, kompetisi tandan Cavendish berkualitas hingga BIK Run.

Salah satu pelaku usaha batik, Eca, menyambut positif penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, pengangkatan motif baru setiap tahun menjadi kesempatan untuk memperkenalkan keragaman batik Banyuwangi kepada masyarakat.

“Setiap tahun selalu ada motif baru yang diangkat. Harapannya, kecintaan masyarakat Banyuwangi terhadap batik semakin tumbuh dan batik lokal semakin dikenal,” ungkapnya. (*)

iklan warung gazebo