Nasib Puluhan Calon Karyawan SPPG Besuki Terkatung-katung: Sudah Bimtek dan Jadi Relawan, Kini Terancam Tergusur Rekrutan Baru

by -19 Views
Wartawan: Kadari
Editor: Herry W. Sulaksono
Saat mengikuti bimtek untuk menjadi karyawan SPPG di Besuki - Situbondo
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Situbondo, seblang.com – Keresahan mendalam tengah menyelimuti puluhan calon karyawan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di wilayah Besuki kabupaten Situbondo. Alih-alih mendapatkan kepastian kerja setelah mengikuti berbagai tahapan, mereka kini justru dihantui kekhawatiran kehilangan kesempatan kerja akibat adanya pembukaan rekrutmen baru yang dinilai tidak memprioritaskan warga lokal.

Puluhan warga tersebut sebelumnya telah mengikuti bimbingan teknis (bimtek). Tak hanya itu, demi menunjukkan dedikasi, mereka bersedia menjadi relawan tanpa dibayar untuk mempersiapkan operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Mulai bulan puasa kami sudah jadi relawan. Membersihkan peralatan, ompreng, dan menyiapkan segalanya. Kami tidak mengeluh meski tanpa gaji karena berharap bisa segera bekerja saat dapur dibuka,” ungkap Musrifa, warga Jetis, Kecamatan Besuki, dengan nada kecewa.

Kekecewaan para calon karyawan memuncak setelah muncul pengumuman rekrutmen karyawan baru melalui banner yang dipasang pihak yayasan. Padahal, puluhan orang yang telah mengikuti bimtek dan seleksi awal belum mendapatkan panggilan resmi untuk bekerja.

Beredar informasi bahwa posisi tersebut justru akan diisi oleh tenaga kerja dari luar daerah, salah satunya dari wilayah Kraksaan, dengan alasan telah mengikuti bimtek di sana.

“Kalau alasannya seperti itu, seharusnya mereka bekerja di SPPG Kraksaan. Kami ini warga asli Besuki, sudah ikut bimtek dan kerja bakti sejak awal. Bagaimana perasaan kami jika akhirnya tidak dipekerjakan dan justru mendatangkan orang dari luar daerah?” tegas Musrifa, Jumat (17/4/2026).

Hingga saat ini, dapur MBG Besuki memang belum resmi beroperasi. Namun, tidak adanya kejelasan status bagi mereka yang telah berjuang sejak awal menimbulkan kesan bahwa warga lokal hanya “dipermainkan”.

Para calon karyawan yang mayoritas warga Besuki berharap pihak pengelola atau yayasan memberikan kepastian dan memprioritaskan mereka yang telah mengikuti prosedur sejak awal.

iklan warung gazebo