“Warga di sini sangat kreatif dalam mempertahankan tradisi mereka,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Menpar juga berbincang dengan wisatawan asal Prancis, Chloe, yang menginap selama dua malam di Desa Kemiren. Chloe mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat dan suasana desa yang masih alami.
“Saya suka masyarakat di sini, sangat ramah. Dua malam menginap di sini bikin saya jauh lebih suka orang Indonesia. Ternyata tinggal di sini sangat menyenangkan,” ujar Chloe.
Widiyanti mengatakan Kementerian Pariwisata akan memberikan pendampingan khusus kepada Desa Kemiren. Desa wisata tersebut sebelumnya meraih penghargaan Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025 dari UN Tourism dan kini dipersiapkan untuk meraih predikat Best Tourism Village.
“Semoga setelah program pendampingan ini selesai, Desa Kemiren bisa meraih predikat Best Tourism Village,” ujarnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pariwisata terhadap pengembangan sektor wisata Banyuwangi.
Menurut Ipuk, pariwisata menjadi payung besar pembangunan daerah yang terus dikembangkan tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.
“Banyuwangi punya kekuatan budaya dan tradisi yang sangat khas, dan itulah yang menjadi daya tarik utama daerah ini,” kata Ipuk.









