“Kami di MAN 3 Banyuwangi menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas sinergi bersama YAN LPSS, RKB, dan BNNK Banyuwangi ini. Benteng pertahanan utama anak-anak kita adalah pemahaman yang kuat sejak dini. Melalui kegiatan P4GN ini, kami berharap para siswa tidak hanya tahu bahaya narkoba, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sosial mereka,” ujar Bambang Irawan.
Selanjutnya Ketua YAN LPSS Banyuwangi, Hakim Said, menekankan pentingnya dukungan dan peran aktif kalangan dunia pendidikan dalam membentengi generasi muda dari ancaman barang haram. Dimana, pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, yakni sekolah dan keluarga.
“Narkoba adalah musuh bersama yang nyata bagi masa depan bangsa. Perjuangan melawan narkoba tidak bisa dilakukan setengah-setengah; butuh kolaborasi pentahelix seperti hari ini. Kami bangga melihat semangat luar biasa dari para siswa dan jajaran civitas akademika MAN 3 Banyuwangi yang sangat peduli terhadap masa depan generasi bangsa,” ungkap Hakim Said.
Pemateri P4GN dari YAN LPSS, Niarotul Muharomah, memberikan pembekalan secara interaktif kepada para peserta. Ia memaparkan berbagai dampak buruk penyalahgunaan narkotika dan cara mengenali modus peredaran gelap yang kerap mengincar kalangan remaja.
“Remaja sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan. Oleh karena itu, ketahanan mental dan kemampuan menolak ajakan negatif adalah kunci. Kehadiran Duta Anti Narkoba dan Duta Anti Bullying di MAN 3 Banyuwangi ini harus menjadi garda terdepan dalam menyebarkan energi positif di kalangan teman sebaya,” pesan Niarotul Muharomah.












