Mojokerto, seblang.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Mojokerto menerima kunjungan mahasiswa magang dari Universitas Abdul Chalim (UAC) Pacet, Mojokerto.
Empat mahasiswa jurusan PIR UAC tersebut diterima langsung oleh Kepala Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto, Norman Handhito, S.IP., M.Si., di ruang kerjanya, Senin (10/8/2026).
Harmain, salah satu mahasiswa UAC, mengaku kedatangannya bersama tiga mahasiswa lainnya untuk melakukan tugas wawancara sebagai wartawan magang di Koran Harian Bangsa.
“Kami berterima kasih atas kesediaan Bapak Kepala Dispendukcapil menerima kami untuk melakukan tugas wawancara sebagai mahasiswa di Koran Harian Bangsa. Mohon kami diberi penjelasan mengenai tugas dan program Dispendukcapil dalam memberikan layanan kepada masyarakat,” kata Harmain.
Dalam penjelasannya, Norman Handhito menerangkan bahwa Dispendukcapil bertugas melaksanakan urusan pemerintahan di bidang administrasi kependudukan dan pencatatan sipil. Hal tersebut meliputi pelayanan pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, serta pengelolaan data dan informasi kependudukan secara tertib.
“Dalam rangka memberikan layanan maksimal, kami membuka dua tempat pelayanan. Kantor kami yang berada di seberang gedung khusus untuk adminduk yang bermasalah, mungkin beda nama dan lain-lain. Sementara untuk pelayanan umum kami laksanakan di Mal Pelayanan Publik milik Kabupaten Mojokerto,” jelasnya.
Selain pelayanan di kantor, Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto juga memiliki tim jemput bola. Salah satunya menyasar sekolah-sekolah untuk melakukan perekaman KTP elektronik bagi pemula.
“Kalau umur 16 tahun sudah bisa dilakukan perekaman KTP elektronik, meskipun KTP-nya baru bisa dicetak ketika benar-benar sudah berusia 17 tahun. Jadi, usia 16 tahun sudah bisa dilakukan perekaman. Ada tim kami yang secara terjadwal mendatangi sekolah-sekolah,” terangnya.
Tim jemput bola juga menyasar warga berkebutuhan khusus. Menurut Norman, masih ada warga yang berusia di atas 17 tahun, bahkan sudah lanjut usia, tetapi belum memiliki KTP elektronik karena belum pernah melakukan perekaman.
“Yang kedua, kami memberikan kesempatan bagi ODGJ atau orang dengan gangguan jiwa. Yang ketiga, penyandang disabilitas. Mereka tidak mungkin datang ke sini. Sehingga, ada tim yang kami bentuk untuk melakukan perekaman KTP elektronik secara jemput bola ke rumah masing-masing,” ungkapnya.
Pelayanan tersebut diawali dengan surat dari kepala desa masing-masing kepada Dispendukcapil sebagai permohonan perekaman secara home visit.
“Itu adalah tugas yang kami lakukan setiap harinya. Karena yang namanya adminduk itu selalu dinamis, berubah, dan tidak bisa kemudian berhenti. Karena terkait dengan umur, terkait dengan perubahan elemen, perubahan data,” jelas Norman.
Menurutnya, perubahan data kependudukan terjadi secara terus-menerus, seperti warga pindah tempat tinggal, berganti pekerjaan, berubah status perkawinan, dan berbagai perubahan lainnya.
“Orang pindah, orang ganti pekerjaan, orang ganti status perkawinan, dan macam-macam. Itu dinamis sekali, berubah terus, sehingga tidak ada habis-habisnya,” imbuhnya.
Norman menambahkan, pihaknya konsisten memberikan pelayanan secara maksimal, baik melalui layanan daring maupun jemput bola. Bahkan, seluruh pegawai Dispendukcapil setiap hari harus bekerja secara bergantian agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
“Staf-staf kami bahkan istirahat pun tidak ada istirahat. Bergantian kalau mau salat, makan, bergantian. Loket tetap terbuka. Ada enam loket yang ada di sini,” katanya.
Ia juga menyampaikan hasil rapat dengan Kementerian Dalam Negeri terkait perlindungan sosial. Ke depan, masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah akan diarahkan menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
“Dan ada satu hal lagi yang perlu kami sampaikan. Hasil rapat kami dengan Kementerian Dalam Negeri kemarin, bahwa setelah ini perlindungan sosial, orang yang mau mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah, syaratnya melalui HP, yaitu perlinsos dengan versi IKD atau Identitas Kependudukan Digital,” terangnya.
Selain itu, Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto akan membuka layanan pada malam hari. Layanan tersebut ditujukan untuk menjangkau masyarakat, khususnya para pelajar yang memiliki kesibukan pada siang hari.
“Layanan malam itu akan kami fokuskan pada dua hal, yaitu aktivasi IKD dan perekaman untuk pemula. Prinsipnya, kami melaksanakan tugas terkait dengan pelayanan administrasi kependudukan dan semuanya gratis,” tegasnya.
Norman menyebutkan, pada awal tahun 2026 pihaknya menargetkan 93 persen masyarakat wajib KTP telah melakukan perekaman. Target tersebut, menurutnya, telah terlampaui.
“Di tahun 2026 awal tahun, target kami adalah 93 persen dari masyarakat wajib KTP wajib perekaman. Capaian kami di bulan keempat kemarin sudah mencapai 95 persen,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kepemilikan dokumen administrasi kependudukan sangat penting bagi masyarakat karena berkaitan dengan akses terhadap berbagai program pemerintah.
“Kalau dia tidak punya KTP Kabupaten Mojokerto, tidak bisa mengakses bansos atau bantuan kesehatan yang disediakan pemerintah. Oleh karena itu, tantangan bagi kami di Dukcapil adalah bagaimana caranya semakin banyak masyarakat kita segera bisa mendapatkan KTP, KK, akta kelahiran, dan akta kematian bagi yang meninggal,” jelas Norman.
“Yang terpenting, kami terus bekerja maksimal dan profesional dalam memberikan layanan kepada masyarakat luas, dan semuanya gratis,” pungkasnya.
Sementara itu, Yanti (32), salah satu warga yang menerima layanan adminduk, mengaku puas dengan pelayanan petugas Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto.
“Saya mengantar adik saya mengurus KTP di kantor Dispendukcapil ini. Mereka semua ramah dan cekatan dalam memberikan layanan,” ungkapnya, Selasa (11/8/2026). (rs)










