Dari sisi pembiayaan, BTN mencatat penyaluran KPR di Banyuwangi terus menjangkau ribuan keluarga. Sejak membuka kantor cabang di Banyuwangi pada 2017, BTN telah menyalurkan pembiayaan KPR kepada sekitar 16.300 keluarga.
Khusus 2026, BTN telah menyalurkan KPR kepada sekitar 700 keluarga di Banyuwangi. Penyaluran tersebut disebut mencapai sekitar 60% dari total kredit perumahan yang disalurkan perbankan di wilayah tersebut.
Wakil Kepala Wilayah Kantor BTN Wilayah Jatim Bali Nusra Joyce Ivone Mandagi mengatakan akad massal merupakan bentuk kolaborasi antara perbankan, pemerintah daerah, dan pengembang untuk memperluas akses pembiayaan perumahan.
Sementara itu, Perwakilan REI Banyuwangi Suhartatik menyebut kebutuhan hunian di Banyuwangi masih sangat besar. Penjualan rumah di daerah tersebut rata-rata mencapai sekitar 2.000 unit setiap tahun.
“Lebih dari 95 persen merupakan rumah subsidi, sedangkan sisanya rumah komersial. Kebutuhan perumahan di Banyuwangi sangat besar,” kata Suhartatik.
Besarnya pasar rumah subsidi tersebut sejalan dengan target pemerintah melalui program 3 Juta Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Banyuwangi sebelumnya meraih Terbaik I kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali yang digelar Kemendagri di Badung, Bali, pada 28 Agustus 2026.
Dalam kegiatan akad massal tersebut turut hadir Ketua Apersi Banyuwangi Fajar Susanto dan jajaran terkait.//////////










