Banyuwangi, seblang.com – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Banyuwangi, Solichin, langsung tancap gas usai menjabat. Dalam sehari, Senin (4/5/2026), ia melakukan safari koordinasi ke tiga instansi, yakni Pengadilan Negeri Banyuwangi, Kejaksaan Negeri Banyuwangi, dan Kodim 0825 Banyuwangi.
Rangkaian kunjungan tersebut dilakukan untuk memperkuat sinergi antarlembaga penegak hukum dan keamanan di Banyuwangi, sekaligus melanjutkan kolaborasi yang telah terjalin sebelumnya.
Mengawali kunjungannya, Solichin mendatangi Pengadilan Negeri Banyuwangi dan diterima Ketua PN Banyuwangi, I Gede Yuliartha. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas kelancaran sidang warga binaan hingga pencegahan overstaying atau kelebihan masa penahanan.

Solichin menegaskan, komunikasi dengan lembaga peradilan merupakan bagian penting dalam mendukung proses hukum yang berjalan efektif.
“Kami berharap sinergi yang telah terjalin dengan baik selama ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan. Sebagai pejabat baru, penting bagi kami untuk menjaga komunikasi yang intens dengan jajaran mitra penegak hukum, khususnya Pengadilan Negeri,” kata Solichin.
Menanggapi hal itu, I Gede Yuliartha memastikan kerja sama yang telah berjalan akan terus dipertahankan.

“Sinergi yang sudah baik ini tentu akan terus kita lanjutkan. Koordinasi rutin seperti ini sangat efektif untuk saling memperkuat dan mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing lembaga,” ujarnya.
Usai dari PN, Solichin melanjutkan kunjungan ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi dan diterima Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi, A.O. Mangontan.
Dalam pertemuan tersebut, Solichin menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam mendukung tugas pemasyarakatan, terutama terkait penanganan perkara dan administrasi narapidana.
“Kami berharap kolaborasi dalam segala aspek dapat terjalin dan terjaga dengan baik. Koordinasi adalah jembatan utama untuk mengatasi setiap kendala maupun permasalahan yang mungkin muncul di lapangan,” ujar Solichin.
Kajari Banyuwangi, A.O. Mangontan, menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan komitmen pihaknya untuk menjaga sinergi yang telah terbangun.
“Kami menyadari bahwa pelaksanaan tugas dan fungsi tidak bisa berdiri sendiri. Oleh karena itu, kami siap mendukung sepenuhnya dan berkomitmen untuk terus menjaga sinergi yang selama ini sudah berjalan dengan sangat baik di Banyuwangi,” tegasnya.
Rangkaian safari koordinasi Solichin ditutup dengan kunjungan ke Kodim 0825 Banyuwangi. Ia bersama rombongan diterima Komandan Kodim 0825 Banyuwangi, Triyadi Indrawijaya.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada penguatan pengamanan Lapas Banyuwangi, termasuk bantuan personel pada momen tertentu serta pertukaran informasi untuk deteksi dini gangguan keamanan.
“Pengamanan memegang peranan krusial di Lapas. Keberhasilan seluruh program pembinaan bagi warga binaan sangat bergantung pada kondusivitas keamanan yang terjaga,” kata Solichin.
Menanggapi hal tersebut, Dandim 0825 Banyuwangi memastikan kesiapan pihaknya untuk mendukung pengamanan jika dibutuhkan.
“Kami siap bersinergi dan mengirimkan personel jika sewaktu-waktu pihak Lapas membutuhkan bantuan pengamanan. Tujuan kita satu, yaitu terciptanya kondusivitas keamanan yang menyeluruh di Banyuwangi,” ujar Triyadi.
Melalui rangkaian kunjungan tersebut, Solichin berharap koordinasi dengan seluruh unsur penegak hukum dan keamanan di Banyuwangi semakin solid demi mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang lebih optimal.










