Di kawasan CFD tersebut, Ipuk juga meresmikan Pasar Jati Agung. Pasar ini menjadi tambahan ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan dan mengembangkan usahanya.
Camat Purwoharjo Sudarto Setyo Ngabdinegoro mengatakan CFD tersebut pertama kali digelar pada 2 Agustus 2026. Sejak itu, kegiatan rutin berlangsung setiap Minggu pagi.
Jalur sepanjang 4 kilometer ditutup sementara bagi kendaraan bermotor mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Jalan kemudian digunakan masyarakat untuk berjalan kaki, bersepeda, berolahraga, maupun menikmati kuliner.
“Alhamdulillah selalu ramai, bahkan pengunjung juga datang dari luar daerah seperti Bali, Kediri dan Probolinggo. Sedangkan dari UMKM-nya ada 500-an pedagang,” terang Sudarto.
Menurutnya, antusiasme tersebut membuat CFD Purwoharjo tak hanya menjadi tempat olahraga warga lokal. Pengunjung dari luar Banyuwangi juga berdatangan.
“Untuk pasar bukanya sama seperti CFD, tiap minggu,” sambung Sudarto.
Bagi pelaku UMKM, ramainya CFD menjadi peluang baru untuk mendapatkan penghasilan. Khotimah, salah satu pedagang lontong sayur, misalnya, mengaku baru mulai berjualan setelah adanya CFD.
“Adanya CFD ini saya bisa berjualan. Alhamdulillah pembeli juga banyak, ini sudah ludes. Semoga ke depan terus ramai,” harap warga setempat tersebut.










