Jember, seblang.com – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Universitas Islam Jember (UIJ) menjadi momentum untuk mengapresiasi mahasiswa berprestasi, mulai dari penghafal Al-Qur’an 30 juz hingga mahasiswa yang memiliki kemampuan di bidang akademik, kepenulisan, dan teknologi.
Salah satu mahasiswa yang menerima apresiasi tersebut adalah Iffah Jauharoh Dina Salsabila, mahasiswi Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIJ angkatan 2025. Perempuan yang akrab disapa Bela itu berasal dari Desa Meninjo, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang.
Bela berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an sebanyak 30 juz dan memperoleh beasiswa tahfidz setelah melewati proses seleksi. Pencapaian itu menjadi salah satu bentuk prestasi yang mendapat perhatian dalam peringatan Hari Santri di lingkungan kampus tersebut.
Bela mengungkapkan, perjalanan menghafal Al-Qur’an dimulai ketika dirinya masih menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Salafiyah Bangil, Pasuruan. Proses menghafal hingga khatam 30 juz membutuhkan waktu sekitar dua setengah sampai tiga tahun.
“Awalnya saya mulai menghafal Al-Qur’an ketika masih mondok di Pondok Pesantren Salafiyah Bangil, Pasuruan. Untuk menyelesaikan hafalan hingga 30 juz, kurang lebih saya membutuhkan waktu sekitar dua setengah sampai tiga tahun,” ujarnya saat diwawancarai di Jember, Kamis (22/10/2026).
Setelah memasuki dunia perkuliahan, tantangan Bela tidak berhenti pada pencapaian menyelesaikan hafalan. Ia harus mempertahankan hafalan tersebut di tengah jadwal kuliah, tugas, dan aktivitas mahasiswa yang menyita waktu.
Untuk menjaga hafalannya, Bela membiasakan diri melakukan murajaah atau mengulang hafalan setelah salat Subuh maupun Magrib. Kebiasaan itu dijalankan dengan target yang disesuaikan agar hafalannya tetap terjaga.
“Yang paling penting adalah memiliki target sendiri. Biasanya saya menyediakan waktu setelah Subuh atau setelah Magrib untuk murajaah, dan sebisa mungkin waktu tersebut harus dijaga agar tetap istikamah,” katanya.
Ia mengakui, membagi waktu menjadi tantangan tersendiri. Banyaknya tugas kuliah terkadang membuatnya kesulitan menjaga rutinitas, ditambah munculnya rasa malas yang harus dilawan.
“Tantangannya lebih pada pembagian waktu karena selama kuliah cukup banyak tugas dan aktivitas. Kadang juga muncul rasa malas, jadi yang harus dilakukan adalah tetap konsisten dan istikamah menjalankan target murajaah,” jelasnya.












