Malang, seblang.com – Ketua DPW PKB Jawa Timur periode 2026–2031, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim, menegaskan pentingnya menjaga soliditas kader dan konstituen PKB dalam menghadapi Pemilu 2029. Menurutnya, tantangan politik ke depan akan semakin berat sehingga seluruh kader harus tetap konsisten, istiqamah, dan tidak mudah berubah arah.
Pesan tersebut disampaikan Gus Halim saat menghadiri Tasyakuran Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB sekaligus peresmian Masjid Al-Iskandariyah dan Graha Gus Dur di Kantor DPC PKB Kabupaten Malang, Kepanjen, Sabtu (8/8/2026).
Gus Halim meminta seluruh mantan Ketua DPC PKB tetap menjaga komitmen terhadap perjuangan partai. Ia juga mengajak jajaran PKB di Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu untuk terus memperkuat kekompakan.
“Saya mengingatkan kepada para mantan Ketua DPC PKB untuk tetap konsisten, tidak berubah dan selalu istiqamah. Kita harus menjaga perjuangan ini bersama-sama,” tegas Gus Halim.
Menurutnya, kekuatan PKB pada Pemilu 2029 tidak cukup hanya mengandalkan struktur partai. Konstituen yang selama ini menjadi basis perjuangan harus dirawat dan diperkuat, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat baru untuk bergabung.
“Untuk 2029 tantangan kita lebih berat lagi. Karena itu kita harus terus berikhtiar dan berjuang. Konstituen yang sudah ada harus kita rawat agar tetap solid, kemudian kita tambah dengan konstituen baru,” ujarnya.
Gus Halim menekankan, PKB tidak boleh kehilangan identitas sebagai partai yang lahir dari aspirasi masyarakat Nahdlatul Ulama (NU). Karena itu, kader diminta tidak menjadikan partai sekadar kendaraan untuk kepentingan politik.
“Jangan membuat mainan PKB. PKB ini lahir karena keinginan warga masyarakat NU. Maka perjuangan dan keberadaan PKB harus benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh kader mulai mempersiapkan diri untuk menyongsong kemenangan PKB dalam pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden pada 2029.
“Kita songsong kemenangan PKB pada pemilihan legislatif dan pemilihan presiden tahun 2029 mendatang,” tegasnya.
Selain berbicara mengenai konsolidasi politik, Gus Halim memberikan apresiasi terhadap pembangunan Kantor DPC PKB Kabupaten Malang yang kini dilengkapi Masjid Al-Iskandariyah dan Graha Gus Dur.
Menurutnya, pembangunan tersebut menunjukkan perkembangan positif sekaligus menjadi pembeda karena Kantor DPC PKB Kabupaten Malang menjadi salah satu kantor partai yang memiliki fasilitas masjid.
Ia berharap keberadaan kantor tersebut tidak hanya menjadi pusat kegiatan internal partai, tetapi juga menjadi ruang yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Pembangunan kantor DPC PKB Kabupaten Malang ini progresnya sangat bagus. Saya berharap kantor ini dimanfaatkan semaksimal mungkin agar menjadi bukti kehadiran kita di tengah masyarakat,” tutur Gus Halim.
Ia juga meminta kegiatan sosial diperkuat melalui keberadaan masjid. Infak dan sedekah yang terkumpul di Masjid Al-Iskandariyah, menurutnya, semestinya diarahkan untuk kegiatan sosial dan kemaslahatan masyarakat, bukan sekadar membiayai operasional masjid.
“Infak dan sedekah di masjid jangan hanya digunakan untuk operasional, tetapi harus bisa dipakai untuk kegiatan sosial di wilayah. Kita harus tampil di depan dengan memberikan manfaat kepada warga masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Malang HM Sanusi memberikan apresiasi terhadap perkembangan PKB Kabupaten Malang. Ia menilai pembangunan kantor, masjid, dan gedung pertemuan menunjukkan kemajuan organisasi yang cukup signifikan.
Sanusi juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Gus Halim yang dinilainya telah banyak memberikan bantuan pemikiran dan bimbingan dalam perjalanan politiknya, baik ketika berada di legislatif maupun saat menjabat sebagai Bupati Malang.
“Gus Halim banyak membantu dan membimbing saya, baik saat saya di legislatif maupun ketika menjadi Bupati Malang,” ujar Sanusi.
Menurut Sanusi, PKB Kabupaten Malang semakin berkembang dan menunjukkan semangat kuat dalam menjalankan organisasi sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.
“PKB Kabupaten Malang menunjukkan prestasi yang luar biasa. Bisa membangun kantor, masjid dan gedung pertemuan. Ini harus terus dikembangkan agar keberadaan PKB semakin memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.
Sanusi menegaskan, prinsip memberikan kemudahan dan manfaat bagi masyarakat harus menjadi bagian dari perjuangan politik. Ia mengaitkannya dengan slogan PKB, yakni membela yang benar.
“Kalau kita selalu memberikan manfaat kepada masyarakat dan memberikan kemudahan, insyaallah akan mendapatkan imbalannya. Itu sesuai dengan slogan PKB, membela yang benar,” tegasnya.
Sanusi juga menyampaikan harapan agar PKB mampu meraih kemenangan pada Pemilu 2029 di Kabupaten Malang.
“Insyaallah pada 2029 PKB harus menang di Kabupaten Malang. Saya sudah siap untuk ikut memenangkannya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sanusi turut menyampaikan sejumlah gagasan terkait pemberdayaan masyarakat. Salah satunya menyangkut Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang telah kembali ke daerah setelah menyelesaikan masa kerja di luar negeri.
Ia berharap para PMI tersebut tidak kehilangan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan perekonomiannya setelah kembali ke tanah kelahiran.
“Pekerja migran Indonesia setelah tidak bekerja di luar negeri harus kita berdayakan di wilayah desa,” kata Sanusi.
Sanusi juga meminta anggota legislatif dari PKB mengarahkan pokok-pokok pikirannya untuk mendukung pemberdayaan masyarakat desa.
Menurutnya, dukungan tersebut dapat diarahkan pada pembangunan infrastruktur maupun penguatan sektor pertanian yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Malang juga memiliki anggaran hibah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung lembaga-lembaga Islam di wilayah Kabupaten Malang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ketua DPC PKB Kabupaten Malang periode 2026–2031, H. Kholiq atau yang akrab disapa Abah Kholiq, menjelaskan bahwa pembangunan Kantor DPC PKB Kabupaten Malang dilakukan secara bertahap.
Menurutnya, proses pembangunan sempat mendapat protes karena tidak dapat dilakukan secara menyeluruh dalam satu tahap. Kondisi tersebut tidak lepas dari keterbatasan anggaran yang tersedia.
“Kita hadir di sini dalam rangka peresmian Masjid Al-Iskandariyah dan Graha Gus Dur di Kantor DPC PKB Kabupaten Malang. Pembangunan kantor ini dilakukan bertahap karena ada kendala anggaran,” jelas Abah Kholiq.
Ia menegaskan, pembangunan pada periode kepengurusannya tidak menggunakan anggaran bantuan politik (Banpol), melainkan berasal dari dukungan para donatur dan pengurus.
“Pembangunan pada periode kemarin tidak mengambil anggaran dari Banpol, tetapi dari donatur dan pengurus baru,” ujarnya.
Abah Kholiq menyebut pembangunan kantor tersebut tidak hanya berorientasi pada penguatan kelembagaan partai, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat hubungan sosial dan keagamaan.
“Kita membangun ini dengan semangat hablum minallah dan hablum minannas. Jadi bukan hanya hubungan kepada Allah, tetapi juga bagaimana hubungan kita dengan sesama manusia bisa semakin kuat,” katanya.
Peresmian tersebut turut dihadiri jajaran pengurus PKB mulai tingkat anak ranting hingga anak cabang. Kehadiran struktur partai dari tingkat bawah itu sekaligus menjadi momentum konsolidasi internal untuk memperkuat organisasi menjelang agenda politik 2029.
Dengan keberadaan Kantor DPC PKB, Masjid Al-Iskandariyah, dan Graha Gus Dur, PKB Kabupaten Malang diharapkan tidak hanya memiliki pusat kegiatan organisasi, tetapi juga ruang yang terbuka untuk kegiatan sosial, keagamaan, pemberdayaan, dan pelayanan masyarakat.////////










