Guru PKG Blimbingsari Banyuwangi Dilatih Kembangkan Two-Tier English Test untuk Diagnostik Miskonsepsi Matematika

by -10 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Konteks soal yang dikembangkan juga diarahkan pada permasalahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar siswa, termasuk konteks agroecotourism. Materi dapat berupa hasil pertanian, tiket kunjungan, pengukuran, pembagian, perkalian, luas, hingga rata-rata.

Dalam kegiatan tersebut, guru tidak hanya menerima materi secara teoritis. Peserta juga dilibatkan dalam praktik menyusun instrumen sehingga dapat memahami tahapan pengembangan Two-Tier English Test secara langsung.

Proses pelatihan dan praktik guru turut mendapatkan pendampingan dari Beby Dwi Febrianti, dosen Jurusan Pariwisata Poliwangi, serta mahasiswa Poliwangi, yakni Fio, Echa, Daffa, Fahmi, dan Andhika.

Para pendamping membantu peserta selama proses diskusi, praktik penyusunan instrumen, pemanfaatan teknologi, hingga simulasi penerapan Two-Tier English Test.

Kegiatan tersebut juga melibatkan dukungan dari tim Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata dan Teknologi Rekayasa Manufaktur. Keterlibatan lintas program studi tersebut menjadi bagian dari kolaborasi dalam mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat sekaligus pengembangan inovasi pembelajaran di sekolah dasar.

Selain penyusunan soal, guru diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi digital melalui Google Forms dan Google Sheets. Instrumen yang telah dikembangkan dapat dimasukkan ke Google Forms sehingga respons siswa dapat dikumpulkan secara digital.

Data jawaban siswa selanjutnya dapat diolah melalui Google Sheets untuk membantu guru melihat pola respons dan mengidentifikasi kecenderungan pemahaman siswa berdasarkan kombinasi jawaban pada Tier 1 dan Tier 2.

Ika mengatakan pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat membuat proses asesmen menjadi lebih praktis sekaligus membantu guru membaca data hasil belajar siswa secara lebih terstruktur.

“Teknologi dapat membantu guru dalam mengumpulkan dan mengolah respons siswa. Yang terpenting, guru tetap memahami bagaimana membaca pola jawaban tersebut untuk mengetahui pemahaman maupun miskonsepsi yang dialami siswa,” katanya.

Melalui kegiatan PkM tersebut, guru PKG Blimbingsari diharapkan tidak hanya mampu menggunakan instrumen yang telah dikembangkan dalam pelatihan, tetapi juga memiliki keterampilan untuk menyusun Two-Tier English Test secara mandiri untuk berbagai materi matematika lainnya.

Pengembangan asesmen tersebut diarahkan agar evaluasi pembelajaran tidak semata-mata berorientasi pada nilai akhir. Melalui informasi dari jawaban dan alasan siswa, guru dapat memperoleh gambaran mengenai cara berpikir, pemahaman konseptual, serta kemungkinan miskonsepsi yang perlu ditindaklanjuti dalam proses pembelajaran.////////

iklan warung gazebo