Perwakilan PT KAI, Donny, menyampaikan dukungan terhadap pembangunan Flyover Gedangan. Namun, PT KAI memerlukan kepastian mengenai skema ROW enam lajur dua arah agar dapat menyesuaikan kebutuhan teknis dan ruang milik perkeretaapian.
Sementara itu, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya Denny Michels Adlan mengatakan, desain Flyover Gedangan juga perlu mempertimbangkan rencana pengembangan sistem perkeretaapian, termasuk program Surabaya Regional Railway Line (SRRL).
Tahapan SRRL saat ini, kata dia, telah berjalan dan laporan pendahuluan telah dilakukan. Karena itu, pembangunan flyover perlu memastikan desainnya tidak mengganggu pengembangan jalur kereta api pada masa mendatang.
“Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah batas ketinggian ruang milik jalan (Rumija) dan ruang manfaat jalan (Rumaja). Jangan sampai nantinya mengganggu arus kereta api serta akses menuju Stasiun Gedangan. Ketinggian ini harus menjadi pertimbangan dalam desain,” jelasnya.
Aspek lain yang perlu diperhitungkan adalah tata ruang dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar emplasemen Stasiun Gedangan. Pasalnya, terdapat persimpangan sebelum sinyal masuk yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap kelancaran lalu lintas.
“Perlu ada rekayasa lalu lintas dan penanganan perlintasan. Kami tidak mungkin menggeser stasiun sebab akan mengubah geometri,” ucapnya. (hst)












