Dorong Swasembada Pangan, TNI AL dan Pemkab Banyuwangi Tanam Kedelai di Lahan 1.200 Hektare

by -32 Views
Wartawan: Ali Sam'ani
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) V memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pendampingan penanaman kedelai di lahan seluas 1.200 hektare yang tersebar di Kecamatan Purwoharjo dan Tegaldlimo.

Penanaman perdana dilaksanakan di lahan Kelompok Tani (Poktan) Dewi Sri, Desa Purwoagung, Kecamatan Tegaldlimo, Jumat (31/7/2026). Selain penanaman benih kedelai, kegiatan ini juga dirangkai dengan bakti sosial berupa pembagian 200 paket sembako, penyerahan 10 unit traktor roda dua kepada kelompok tani, serta pelayanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Komandan Kodaeral V Brigjen TNI (Mar) Suwandi, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Wishnu Krestiawan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banyuwangi.

Wakil Komandan Kodaeral V Brigjen TNI (Mar) Suwandi mengatakan, pendampingan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AL dalam mendukung program pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di Banyuwangi, tetapi juga di seluruh Indonesia melalui Kodaeral. Di Banyuwangi tersedia lahan sekitar 1.200 hektare yang tersebar di Kecamatan Tegaldlimo dan Purwoharjo. Hari ini baru penanaman simbolis, sedangkan lahan lainnya akan ditanami secara bertahap sesuai kondisi masing-masing wilayah,” ujarnya.

Menurut Suwandi, keberhasilan program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kedelai sekaligus memberikan kepastian keuntungan bagi petani.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan skema penetapan harga hasil panen sehingga petani memiliki kepastian dalam menghitung keuntungan usahanya. Sebagai acuan, harga kedelai di sejumlah daerah, seperti Nganjuk, telah dipatok sekitar Rp10 ribu per kilogram.

“Harapan kami hasil panen meningkat dan petani menjadi lebih sejahtera. Kehadiran kami harus memberikan manfaat bagi masyarakat Banyuwangi,” katanya.

Suwandi juga membuka peluang perluasan lahan tanam apabila Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mampu menyiapkan lahan tambahan. Menurutnya, Kementerian Pertanian siap mendukung melalui penyediaan benih unggul.

Dalam program tersebut, dua varietas unggulan disiapkan, yakni Baluran dan Grobogan. Penanaman perdana menggunakan varietas Grobogan yang dikenal memiliki produktivitas tinggi serta mampu beradaptasi dengan kondisi lahan di Banyuwangi.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menyampaikan apresiasi kepada TNI AL, Kementerian Pertanian, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas kolaborasi pengembangan kedelai di Banyuwangi yang ditunjuk sebagai salah satu daerah percontohan.

Menurutnya, program seluas 1.200 hektare tersebut akan dievaluasi secara menyeluruh, mulai dari proses budidaya hingga pemasaran hasil panen. Jika terbukti mampu meningkatkan pendapatan petani, pemerintah daerah siap memperluas areal tanam ke wilayah lain dengan melibatkan lebih banyak petani, termasuk memanfaatkan lahan milik Perhutani.

“Kalau hasil evaluasinya baik, tentu ada potensi pengembangan lahan lagi. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung ketahanan pangan, terutama kedelai, karena Indonesia masih bergantung pada impor. Harapan kami Banyuwangi bisa surplus kedelai seperti halnya surplus beras,” kata Mujiono.

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut membutuhkan pendampingan terpadu dari TNI AL, Dinas Pertanian, Dinas Pengairan, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta seluruh pemangku kepentingan agar produktivitas meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik.

Program pendampingan penanaman kedelai ini menjadi bagian dari implementasi program prioritas pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan melalui kolaborasi antara TNI AL, pemerintah daerah, dan masyarakat./////

iklan warung gazebo