Surabaya, seblang.com – Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur menargetkan penutupan permanen 100 titik perlintasan sebidang kereta api dengan lebar jalan di bawah 2 meter. Langkah ini diambil untuk menekan angka kecelakaan di perlintasan tanpa palang pintu yang dinilai rawan dan tidak efektif.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Dr. Ir. Nyono, S.T., M.T., menjelaskan bahwa perlintasan sempit sulit dilalui kendaraan roda empat, namun kerap diterobos sepeda motor.
“Perlintasan yang lebarnya di bawah 2 meter akan kami usahakan untuk ditutup karena tidak efektif. Nantinya akan digabungkan ke perlintasan yang sudah berpenjaga dan memiliki palang pintu 24 jam,” ujar Nyono di Surabaya, Senin (18/5/2026).
Ia menambahkan, mobil saja sulit melintas dan tidak bisa saling menyalip di perlintasan sempit. Meski volumenya kecil, kondisi ini justru memicu potensi kecelakaan bagi pengendara motor.
“Mobil saja mepet. Volumenya kecil, tetapi yang lewat justru sepeda motor yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Lebih baik kita tertibkan bersama PT KAI,” lanjutnya.
300 Titik Sudah Ditangani, 100 Titik Akan Ditutup Permanen
Dari 555 perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Jawa Timur, sebanyak 300 titik sudah ditangani melalui pemasangan palang pintu dan pembangunan pos jaga.
Saat ini tersisa 213 titik perlintasan yang belum dijaga. Dari jumlah tersebut:










