Mojokerto, seblang.com – Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, kembali meninjau rumah tidak layak huni (RTLH) milik Budi Santoso di RT 015 RW 006, Dusun Randegan, Desa Kaligoro, Kecamatan Kutorejo, Rabu (3/6/2026). Rumah yang sebelumnya dilaporkan warga melalui media sosial itu kini hampir rampung dibedah dengan progres pembangunan mencapai 90 persen.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati yang akrab disapa Gus Bupati melihat langsung perkembangan rekonstruksi rumah yang menjadi salah satu sasaran program unggulan Pemerintah Kabupaten Mojokerto.
Menurut Gus Bupati, capaian pembangunan yang telah mencapai 90 persen menunjukkan bahwa proses rekonstruksi hanya menyisakan pekerjaan tahap akhir atau finishing. Rumah yang sebelumnya tidak layak huni kini telah berubah menjadi hunian yang lebih layak dan nyaman.
“Kami menengok seberapa jauh pembangunan ini, dan alhamdulillah sudah sekitar 90 persen. Kurang sedikit lagi sudah selesai semua. Seperti yang kita lihat, dari yang awalnya tidak layak dihuni, alhamdulillah sekarang sudah bisa ditempati,” ujarnya.
Ia berharap setelah pembangunan selesai 100 persen, rumah tersebut dapat menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi Budi Santoso bersama ketiga putrinya.
“Kami berharap setelah selesai 100 persen, rumah ini bisa menjadi tempat tinggal yang layak dan nyaman. Semoga rumah ini menjadi berkah bagi penghuninya. Amin ya rabbal alamin,” katanya.
Dalam kunjungan itu, Gus Bupati didampingi Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto. Ia juga meminta agar proses bedah rumah lainnya yang tengah berjalan di Kabupaten Mojokerto segera dituntaskan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak warga.
“Kami juga berharap rumah-rumah RTLH lainnya dapat segera diselesaikan. Setelah itu, kita akan melanjutkan program bedah rumah untuk rumah-rumah tidak layak huni lainnya di Kabupaten Mojokerto,” tegasnya.
Sementara itu, Nevi Alvia, putri kedua Budi Santoso, menyampaikan rasa terima kasih kepada Gus Bupati serta warga RT 015 RW 006 Dusun Randegan yang turut membantu proses pembangunan rumah keluarganya.
“Saya mewakili Bapak Budi Santoso mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kondisi rumah kami yang sebelumnya tidak layak huni, kini telah berubah menjadi rumah yang nyaman untuk ditempati,” ujar Nevi.
Diketahui, proses rekonstruksi rumah Budi Santoso telah berjalan sejak 1 April 2026. Sebelumnya, pada Februari lalu, Gus Bupati melakukan peninjauan awal ke lokasi setelah menerima laporan warga melalui media sosial mengenai kondisi rumah tersebut.////////////











