Beberapa Pengurus Cabor Kecewa, Penolakan Jadi Anggota KONI Banyuwangi Dipersoalkan

by -4 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
H. M. Zaenul Arifin, Ketua PSOI Kabupaten Banyuwangi
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Gelaran Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi di Aula Dinas Pendidikan beberapa waktu lalu menyisakan ketidakpuasan dari sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor). Salah satunya datang dari Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Banyuwangi.

Ketua PSOI Banyuwangi, M. Zaenul Arifin, menyayangkan keputusan jajaran pengurus KONI bersama sejumlah cabor lain yang belum mengakomodasi cabang olahraga selancar sebagai anggota resmi, padahal pihaknya telah cukup lama mendaftar sebagai calon anggota.

“Sebenarnya kami sudah mengajukan surat permohonan sejak tahun 2019. Kemarin bahasanya dari sana selancar baru mendaftar. Ini menjadi bukti tidak adanya kesinambungan dengan pengurus sebelumnya,” ujar H. Arifin di Gedung DPRD Banyuwangi, Kamis (8/5/2026).

Politisi Partai Golkar itu berharap KONI bersama cabor lain melakukan kajian dan evaluasi terhadap empat persyaratan yang harus dipenuhi sebuah cabor agar diterima menjadi anggota resmi.

Menurutnya, cabang olahraga selancar (surfing) memiliki karakteristik berbeda dibanding cabor lain karena tidak semua wilayah memiliki sarana dan prasarana yang memenuhi syarat. Di Banyuwangi sendiri, lokasi yang memiliki ombak memadai hanya berada di kawasan pantai selatan, seperti Pantai Pulau Merah di Pesanggaran dan G-Land di Tegaldlimo.

H. Arifin menambahkan, sebelum ditetapkan menjadi anggota KONI di tingkat Jawa Timur maupun nasional, kondisi cabor selancar juga tidak jauh berbeda dengan yang ada di Banyuwangi. Namun, kenyataannya selancar mampu berprestasi hingga menyumbangkan medali bagi Indonesia di ajang Olimpiade maupun PON.

“Dalam Porprov Jatim di Malang Raya 2025 lalu, cabor selancar Banyuwangi yang hanya mengirimkan tiga atlet mampu menyumbang empat medali bagi kontingen Banyuwangi. Bagi kami, prestasi menjadi salah satu ukuran keberhasilan pembinaan olahraga. Bandingkan dengan beberapa cabor yang bertahun-tahun tidak berprestasi tapi tetap dipertahankan,” tambahnya.

iklan warung gazebo