Selain kesehatan, Beasiswa Banyuwangi Progresif mencakup bidang Pendidikan, Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Teknik dan Infrastruktur, Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, Ilmu Sosial, Hukum, serta Perikanan.
Menurut Ipuk, pemilihan bidang tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menyelaraskan kebijakan pendidikan dengan kebutuhan pembangunan Banyuwangi.
“Bidang-bidang tersebut kami dorong karena memiliki peran penting dalam pengembangan Banyuwangi. Jadi, selain membuka akses pendidikan, beasiswa ini juga kami arahkan untuk memperkuat kapasitas SDM di berbagai bidang,” terang Ipuk.
Program beasiswa pendidikan Pemkab Banyuwangi telah berjalan sejak 2011. Dari tahun ke tahun, program tersebut terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan serta pembangunan daerah.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian mengatakan, proses seleksi Beasiswa Banyuwangi Progresif 2026 saat ini masih berlangsung.
Dari 613 pendaftar, sebanyak 124 orang telah lolos seleksi administrasi. Mereka selanjutnya mengikuti tes psikologi dan wawancara.
“Penetapan penerima beasiswa sekaligus pengumuman hasil akhir seleksi dijadwalkan pada akhir September 2026,” kata Alfian.
Ia menjelaskan, beasiswa diberikan sejak peserta dinyatakan lolos seleksi hingga menyelesaikan pendidikan. Untuk program Kedokteran, beasiswa diberikan hingga semester 12, sedangkan program studi lainnya hingga semester 8.
“Beasiswa yang diberikan mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, buku dan bahan ajar, riset atau penelitian, serta praktik,” pungkasnya.///////










