Beasiswa Jadi Strategi Banyuwangi Perkuat SDM untuk Pembangunan Daerah

by -15 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com –  Pemkab Banyuwangi menjadikan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah. Salah satunya dilakukan melalui program beasiswa yang tidak hanya diarahkan untuk membantu biaya pendidikan, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik.

Sejak digulirkan pada 2011 hingga 2025, sebanyak 3.920 mahasiswa tercatat telah mendapatkan beasiswa untuk menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Program tersebut kembali dilanjutkan pada 2026 melalui Beasiswa Banyuwangi Progresif. Tahun ini, sebanyak 613 putra-putri Banyuwangi mendaftar dan mengikuti proses seleksi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, kebijakan pemberian beasiswa merupakan salah satu bentuk investasi pemerintah daerah dalam menyiapkan SDM yang mampu mendukung pembangunan Banyuwangi.

“Pendidikan menjadi salah satu perhatian kami. Kami ingin anak-anak Banyuwangi memiliki kesempatan untuk bisa meraih pendidikan setinggi mungkin. Karena itu, program beasiswa terus kami lanjutkan dan kembangkan sesuai dengan kebutuhan,” kata Ipuk, Senin (7/9/2026).

Menurut Ipuk, arah pemberian beasiswa disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Dengan demikian, lulusan penerima beasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap penguatan berbagai sektor pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah sektor kesehatan. Pemkab memberikan dukungan pendidikan mulai dari Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Sanitasi/Kesehatan Lingkungan, Psikologi, Apoteker/Farmasi, hingga Kedokteran Umum.

Pemkab juga memberikan kesempatan bagi dokter untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) maupun dokter gigi spesialis.

Sejumlah bidang spesialis yang menjadi prioritas antara lain Jantung dan Pembuluh Darah, Saraf (Neurologi), THT-KL, Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, Orthopedi dan Traumatologi, Kedokteran Jiwa, Urologi, Penyakit Dalam, serta Mata.

“Kami juga meminta para penerima beasiswa, khususnya di sektor kesehatan, untuk nantinya mengabdi di Banyuwangi. Harapannya, mereka bisa ikut memperkuat ketersediaan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis, di Banyuwangi secara berkelanjutan,” ujarnya.

iklan warung gazebo