Banyuwangi Kirim 270 Ton Sarden ke Pasar Dunia, Khofifah: Peluang Ikan Siap Saji Makin Besar

by -4 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Sherly menyebut biaya pengiriman ke kawasan Timur Tengah sempat melonjak dari sekitar 700 dolar AS menjadi 5.000 dolar AS per kontainer.

“Pasar kami tidak hanya Timur Tengah, tetapi juga Eropa, Afrika, Jepang, Australia, hingga negara-negara lain. Diversifikasi pasar membuat kami tetap bisa bertumbuh meski ada tantangan global,” jelasnya.

Untuk memperkuat ekspansi, perusahaan juga terus membidik pasar baru seperti Meksiko, Korea Selatan, Portugal, Spanyol, hingga sejumlah negara Amerika Latin.

Sebelum melepas ekspor tersebut, Gubernur Khofifah juga meresmikan pabrik kemasan kaleng PT Sunrise Masami Internasional di Muncar. Kehadiran industri pendukung ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem hilirisasi perikanan Banyuwangi.

Pabrik dengan nilai investasi sekitar Rp200 miliar itu memiliki kapasitas produksi mencapai 50 juta kaleng per bulan atau sekitar 600 juta kaleng per tahun dan menyerap sekitar 200 tenaga kerja.

Khofifah menyebut keberadaan pabrik kemasan tersebut menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat rantai industri dalam negeri.

Sherly menambahkan, sebelumnya kebutuhan kemasan kaleng industri masih didominasi produk impor. Padahal, biaya kemasan menyumbang sekitar 35 persen dari total biaya produksi makanan kaleng.

“Dulu hampir 90 sampai 100 persen kaleng kami masih impor. Sekarang kami bekerja sama dengan perusahaan dari Tiongkok untuk memproduksi bodi dan tutup kaleng di Banyuwangi sehingga biaya bisa lebih efisien sekitar 10 hingga 15 persen,” pungkasnya. (*)

iklan warung gazebo