Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banyuwangi Samsudin mengatakan digitalisasi layanan tersebut juga merespons tingginya kebutuhan masyarakat. Saat ini, Bapenda rata-rata menerima sekitar 150-200 permohonan layanan setiap hari yang tersebar di sejumlah titik pelayanan.
“Berawal dari konsep Work from Anywhere, dengan sistem ini pelayanan tidak terbatas oleh waktu dan bisa dilakukan di manapun. Melalui Bapenda Online, masyarakat kini bisa mengakses layanan 24 jam,” ujar Samsudin.
Dari sisi fiskal, penerapan sistem digital juga memberikan peluang efisiensi bagi pemerintah daerah. Bapenda menghitung penghematan belanja rutin setidaknya mencapai Rp900 juta dalam setahun.
“Dengan Bapenda Online, insyaallah secara tahunan Bapenda dapat melakukan penghematan anggaran belanja rutin minimal Rp 900 juta per tahun. Ke depan, potensi penghematan akan terus kami optimalkan,” ungkapnya.
Bapenda Online juga dilengkapi fitur tracking. Masyarakat dapat memantau posisi berkas secara real-time tanpa harus datang kembali ke kantor pelayanan.
Warga juga dapat mengajukan komplain apabila menemukan kendala dalam proses layanan melalui sistem tersebut.










