Kebakaran diperkirakan terjadi pukul 19.30 WIB. Damkarmat menerima laporan pada pukul 19.57 WIB dan langsung mengerahkan petugas Regu Brama. Petugas tiba di lokasi pukul 20.26 WIB, kemudian memulai pemadaman pada pukul 20.28 WIB.
“Begitu tiba di lokasi, anggota melakukan pengamatan kondisi kebakaran, kemudian menggelar satu jalur selang berukuran 1,5 inci dengan satu nozzle untuk memadamkan titik api. Api berhasil dipadamkan pukul 20.32 WIB,” terang Edy.
Setelah api padam, petugas melakukan pendinginan dan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Seluruh penanganan selesai pukul 21.11 WIB.
Area gudang yang terbakar diperkirakan berukuran 4 x 8 meter. Sejumlah barang di dalamnya ikut terbakar, antara lain alat drum band, etalase, meja, lemari, kain, dan barang lainnya.
“Kerugian materiil akibat kebakaran ini ditaksir sekitar Rp100 juta. Namun, bangunan sekolah di sebelah barat gudang beserta perlengkapannya berhasil diselamatkan dengan nilai aset sekitar Rp700 juta,” ungkap Edy.
Tidak ada korban meninggal dunia maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Sebanyak 13 personel Damkarmat terlibat dalam penanganan bersama unsur TNI, Polri, santri, dan warga sekitar.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Berdasarkan investigasi awal, gudang tersebut menyimpan material mudah terbakar yang diduga mempercepat perkembangan api.//////












