Banyuwangi, seblang.com — Sebanyak 348 pelajar SMP/MTs di Kabupaten Banyuwangi mengikuti Digital Mission Race UKS/PMR 2026 yang memadukan keterampilan kepalangmerahan dengan teknologi digital.
Para peserta merupakan anggota Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Madya yang tergabung dalam 58 tim dari SMP/MTs negeri maupun swasta se-Banyuwangi.
Kompetisi tersebut digelar PMI Banyuwangi sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 PMI. Lomba berlangsung di Halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Minggu (27/9/2026).
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani hadir langsung untuk memberikan semangat kepada para peserta. Menurutnya, konsep kompetisi yang menggabungkan keterampilan PMR dengan kemampuan digital sesuai dengan perkembangan generasi muda saat ini.
“Kompetisi ini sangat kreatif dan inovatif karena memadukan kemampuan digital yang dimiliki oleh remaja dengan keterampilan PMR yang mereka miliki,” kata Ipuk saat akan menyerahkan hadiah kepada para pemenang.
Dalam kompetisi tersebut, setiap tim harus menyelesaikan lima misi yang tersebar di lima pos. Tantangan yang diberikan mencakup pengetahuan kepalangmerahan, kreativitas, pertolongan pertama, hingga edukasi kesehatan.
Pada Pos 1, peserta harus memindai barcode untuk mendapatkan pertanyaan seputar kepalangmerahan. Kemampuan peserta dalam menjawab pertanyaan menjadi bagian dari tantangan yang harus diselesaikan setiap regu.
Beranjak ke Pos 2, peserta ditantang membuat yel-yel inspiratif. Yel-yel tersebut direkam dalam bentuk video dan dikirimkan melalui tautan yang telah disediakan kepada dewan juri.
Kemudian di Pos 3, peserta menghadapi tantangan Cipta Tandu. Mereka dituntut mampu membuat tandu darurat menggunakan tongkat dan tali.
Sementara Pos 4 menguji kemampuan peserta dalam memberikan pertolongan pertama. Peserta kembali menggunakan teknologi digital dengan memindai barcode untuk melihat skenario penanganan korban cedera akibat bencana.










