Selain itu, lanjutnya, sisa ampas kopi juga dapat digunakan sebagai media lukis.
“Sisa ampas kopi ini bisa digunakan sebagai material catnya. Sehingga nantinya bisa menghasilkan berbagai lukisan dengan karakter khusus dan luar biasa,” ujarnya.
“Sebab, ampas kopi ditangan para pelukis-pelukis bisa menjadi sebuah karya seni yang memukau,” sambungnya.
Perlu diketahui, kegiatan Pesta Sastra Hyang Argopuro yang diinisiasi oleh Komunitas Srawung Sastra itu merupakan upaya melindungi warisan adat budaya yang ada di Kabupaten Jember.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Jember, Bambang Rudianto mengapresiasi adanya kegiatan tersebut.
“Selama ini memang para pelaku seniman, budaya, sejarawan terus berupaya mencari kebudayaan Jember, yang ingin menemukan kembali kebudayaan yang ada di Lereng Hyang Argopuro, kegiatan itu hingga kini terus berlanjut,” ujarnya.////////










