Kebakaran Hutan di Gunung Bromo Meluas hingga 70 Hektare, BPBD Jatim Kerahkan Drone dan Helikopter

by -27 Views
Wartawan: Ady Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Tim gabungan masih berjibaku memadamkan api di kawasan TNBTS di tengah medan terjal dan angin kencang.

Surabaya, seblang.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas. Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jawa Timur, hingga Kamis pagi (6/8/2026), luas area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 70 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengatakan kebakaran pertama kali muncul di kawasan Ranu Pani, Kabupaten Probolinggo, pada Senin (3/8/2026). Api sempat berhasil dipadamkan keesokan harinya, namun kembali muncul pada siang hari dan terus merambat.

“Kami sudah mengerahkan drone water spray untuk membantu penanganan karhutla di kawasan Bromo. Awalnya api muncul di wilayah Ranu Pani dan sempat padam, tetapi kemudian muncul kembali hingga terus meluas,” ujar Gatot.

Dua Strategi Pemadaman Diterapkan

Untuk mempercepat penanganan, BPBD Jawa Timur mengerahkan berbagai peralatan dan personel gabungan. Tim yang bertugas di lapangan terdiri atas BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, Balai Besar TNBTS, Polisi Kehutanan (Polhut), TNI, Polri, serta relawan peduli api. Selain itu, dukungan helikopter dari BNPB juga dikerahkan.

Menurut Gatot, tim menerapkan dua metode pemadaman sesuai dengan kondisi medan.

  1. Titik api di bawah tebing: Pemadaman dilakukan menggunakan satu unit drone water spray berkapasitas 150 liter dan satu unit truk tangki milik BPBD Jawa Timur.
  2. Titik api di atas tebing: Pemadaman dilakukan secara manual dengan metode gepiyok untuk menghambat penyebaran api.

“Kami juga mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit kendaraan L300 yang membawa tandon air untuk mendukung suplai air selama proses pemadaman,” jelas Gatot.

iklan warung gazebo