BPBD Malang Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

by -12 Views
Wartawan: Ahmad Suseno
Editor: Herry W. Sulaksono
Tampak petugas menyalurkan air bersih pada warga terdampak kekeringan
aston banyuwangi

Malang, seblang.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang terus memperkuat penanganan darurat kekeringan dengan memasok air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami krisis air. Pada Senin (17/8/2026), sebanyak 15.000 liter air bersih kembali didistribusikan kepada masyarakat terdampak di wilayah Malang Selatan.

Distribusi tersebut menyasar Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, yang menjadi salah satu wilayah terdampak kekeringan. Bantuan air bersih ini merupakan bagian dari respons tanggap darurat untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah keterbatasan sumber air.


Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, S.Sos., M.M., mengatakan distribusi air bersih dilakukan secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

“Distribusi air bersih terus kami lakukan untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Penyaluran disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan agar kebutuhan air warga tetap terpenuhi,” ujar Sadono, Selasa (18/8/2026).

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Malang, distribusi air bersih selama periode 8 hingga 17 Agustus 2026 telah mencapai 155.000 liter. Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat di dua desa yang berada di dua kecamatan, dengan total penerima manfaat mencapai sekitar 2.224 kepala keluarga (KK) atau 7.606 jiwa.

Di Kecamatan Sumawe, distribusi dilakukan di Desa Sumberagung dengan jumlah warga terdampak sebanyak 967 KK atau 3.611 jiwa. Hingga 16 Agustus 2026, wilayah tersebut telah menerima 80.000 liter air bersih.

Selain itu, Puskesmas Sitiarjo juga mendapatkan pasokan sebanyak 5.000 liter air bersih. Dengan demikian, total distribusi air bersih ke wilayah tersebut tercatat mencapai 85.000 liter.

Sementara itu, di Kecamatan Gedangan, Desa Tumpakrejo menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian serius. Desa tersebut memiliki 1.257 KK atau 3.995 jiwa dan telah menerima total 60.000 liter air bersih selama periode 12 hingga 17 Agustus 2026.

Sadono menegaskan bahwa penanganan kekeringan tidak hanya berorientasi pada pengiriman air, tetapi juga memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kami bersama unsur terkait terus memantau kondisi wilayah yang mengalami kekeringan. Prinsipnya, distribusi harus tepat sasaran dan masyarakat tidak sampai kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari,” tegasnya.

Penanganan kekeringan tersebut melibatkan berbagai unsur, yakni BPBD Kabupaten Malang, PMI Kabupaten Malang, perangkat desa setempat, Puskesmas Sitiarjo, Buana Solusindo, serta Marva Telekomunikasi.

Dengan kondisi kekeringan yang masih terjadi di sejumlah wilayah, BPBD Kabupaten Malang memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan sebagai langkah tanggap darurat. Upaya tersebut sekaligus menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak krisis air.//////////

iklan warung gazebo