Malang, seblang.com – Pembangunan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kaligoro di wilayah Malang Selatan kembali menghadapi persoalan pemerataan layanan. Di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, sebanyak 450 calon pelanggan masih menunggu kepastian sambungan air bersih.
Dari sekitar 600 warga yang sebelumnya didata sebagai calon penerima layanan, sebanyak 450 calon pelanggan telah mendapatkan persetujuan. Namun hingga Rabu (19/8/2026), jaringan perpipaan yang sebelumnya diinformasikan akan dipasang pada Juni-Juli 2026 belum juga terealisasi.
Kepala Desa Gajahrejo, Siswoyo, meminta Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang segera merealisasikan pemasangan jaringan. Menurutnya, kebutuhan air bersih warga semakin mendesak karena musim kemarau masih berlangsung.
“Kami meminta kepada pihak Perumda Tirta Kanjuruhan agar pemasangan pipa segera dilaksanakan. Kami terus komunikasi dan jawaban terakhir masih dalam proses,” tegas Siswoyo, Rabu (19/8/2026).
Krisis air terutama dirasakan warga Dusun Krajan, mulai RT 3 hingga RT 14. Sementara tiga pedukuhan lainnya, yakni Sumberlele, Ardimulyo, dan Bajulmati, masih relatif mampu memenuhi kebutuhan air bersih meski kondisi kemarau.
Kondisi tersebut membuat warga Dusun Krajan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan air. Harga air yang dibeli masyarakat mencapai Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per meter kubik.
Air tersebut bahkan hanya diprioritaskan untuk kebutuhan konsumsi. Untuk mandi dan mencuci pakaian, warga harus mencari sumber air lain dengan mendatangi sungai yang debitnya kini semakin menyusut.
“Air yang dibeli itu hanya cukup untuk konsumsi. Untuk mandi dan mencuci pakaian, warga harus menuju sungai besar yang debit airnya juga semakin surut,” ungkap Siswoyo.
Janji Pemasangan Pipa Belum Terwujud
Pemerintah Desa Gajahrejo sebelumnya telah melakukan sosialisasi bersama Perumda Tirta Kanjuruhan sekaligus mendata masyarakat yang akan menjadi pelanggan SPAM Kaligoro.
Dari sekitar 600 warga yang masuk pendataan, sebanyak 450 calon pelanggan dinyatakan disetujui. Pemdes Gajahrejo pun berharap proses tersebut segera dilanjutkan dengan pemasangan jaringan perpipaan.
Namun hingga pertengahan Agustus 2026, harapan tersebut belum terwujud. Padahal, informasi yang diterima pemerintah desa menyebutkan pemasangan pipa dijadwalkan berlangsung pada Juni hingga Juli.
“Pendataan sudah dilakukan. Dari sekitar 600 pemohon, 450 calon pelanggan sudah disetujui. Tetapi sampai sekarang pemasangan belum juga ada kepastian,” ujar Siswoyo.
Kondisi ini menjadi sorotan karena Desa Gajahrejo berada di kawasan pengembangan SPAM Kaligoro. Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses layanan air bersih bagi masyarakat di wilayah Malang Selatan.
Perumda Tirta Kanjuruhan sebelumnya menyatakan jaringan utama SPAM Kaligoro telah selesai dibangun. Tahapan berikutnya adalah memperluas jaringan distribusi hingga menjangkau masyarakat.
Namun, pengembangan jaringan distribusi tidak dapat dilakukan sekaligus. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala. Anggaran pengembangan jaringan tahun 2026 yang sebelumnya disebut sekitar Rp10 miliar, setelah dilakukan penyesuaian, diperkirakan menjadi sekitar Rp4 miliar.
Dalam daftar pengadaan pemasangan jaringan distribusi Kecamatan Gedangan pada 2025, sejumlah desa tercatat masuk dalam pekerjaan, yakni Girimulyo, Sindurejo, dan Tumpakrejo. Sementara Desa Gajahrejo belum tercantum dalam paket pekerjaan tersebut.











