“Anak-anak istimewa memiliki hak yang sama untuk merasa aman, dicintai, dan dilindungi. Kami ingin mereka mengenal polisi sebagai sahabat yang hadir untuk melayani dan melindungi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, membangun kedekatan dengan anak-anak sejak dini merupakan bagian dari upaya menghadirkan wajah Polri yang lebih humanis. Bagi anak-anak berkebutuhan khusus, perhatian kecil dan interaksi yang hangat dapat meninggalkan kesan positif yang bertahan lama.
Sepanjang kegiatan, para siswa terlihat menikmati setiap momen. Mereka tak lagi canggung berinteraksi dengan polisi. Gelak tawa yang memenuhi ruang kelas menjadi bukti bahwa pendekatan dengan sentuhan kemanusiaan mampu mencairkan sekat dan menghadirkan rasa aman.
Bagi Polresta Banyuwangi, program Polisi Sahabat Anak bukan sekadar agenda pembinaan. Lebih dari itu, program ini menjadi jembatan untuk menanamkan kepercayaan bahwa polisi hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat bagi setiap anak, tanpa memandang latar belakang maupun keterbatasan mereka./////////









