Korban Terakhir Kapal Inovasi Ditemukan Meninggal, Operasi SAR di Grajagan Ditutup

by -5 Views
Wartawan: M Yudi Irawan
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Tim SAR gabungan menemukan korban terakhir kecelakaan Kapal Inovasi yang terbalik di perairan Pelawangan Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Dengan ditemukannya Lukman (25) dalam kondisi meninggal dunia, operasi pencarian resmi ditutup pada Kamis (23/7/2026).

Lukman ditemukan sekitar pukul 08.22 WIB pada hari keempat pencarian, sekitar 1 nautical mile (NM) dari lokasi kapal terbalik. Sebelum dievakuasi tim SAR, jasad korban lebih dahulu ditemukan oleh nelayan yang sedang melaut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan seluruh korban dalam tragedi Kapal Inovasi telah berhasil ditemukan.

“Alhamdulillah, pada hari keempat operasi, seluruh korban berhasil ditemukan sehingga operasi SAR dapat kami tutup. Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, serta nelayan yang telah membantu proses pencarian,” kata Oka.

Sebelum korban ditemukan, tim SAR memulai pencarian sejak pukul 06.30 WIB. Operasi dibagi menjadi dua tim, yakni penyisiran di laut menggunakan rubber boat Basarnas dan perahu nelayan, serta penyisiran di sepanjang garis pantai Grajagan.

Sekitar pukul 07.10 WIB, tim menerima informasi dari nelayan mengenai penemuan jasad korban. Setelah proses evakuasi selesai, jenazah dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Tim SAR gabungan kemudian menggelar debriefing pada pukul 08.40 WIB dan memutuskan operasi pencarian resmi dihentikan.

Kapal Inovasi mengalami kecelakaan pada Senin (20/7/2026) dini hari saat hendak memasuki Pelawangan Grajagan usai melaut. Kapal yang membawa hasil tangkapan ikan bersama puluhan anak buah kapal (ABK) itu dihantam gelombang besar hingga terbalik.

Insiden tersebut menewaskan empat orang, yakni Purnomo (60), Junairi (46), Pendik (34), dan Lukman (25). Seluruh korban telah ditemukan setelah operasi pencarian berlangsung selama empat hari.

Basarnas mengimbau para nelayan agar selalu memantau informasi cuaca, menggunakan alat keselamatan, dan tidak memaksakan diri melaut saat gelombang tinggi guna mengurangi risiko kecelakaan laut./////////

iklan warung gazebo