Damkar Banyuwangi Menjerit, Personel Cuma 50 Orang untuk 1,78 Juta Penduduk, Armada Banyak yang Uzur

by -11 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Sirene mobil pemadam selalu terdengar paling keras ketika kebakaran terjadi. Namun, tak banyak yang tahu, di balik suara sirene itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi sedang berjuang dengan keterbatasan.

Kabupaten Banyuwangi yang memiliki luas 5.783 kilometer persegi dengan 25 kecamatan dan 217 desa/kelurahan hanya dilayani 50 personel Damkar. Jumlah itu harus mengamankan keselamatan sekitar 1,78 juta penduduk, sekaligus menangani kebakaran, kecelakaan, evakuasi hewan liar, hingga berbagai operasi penyelamatan lainnya.

Yang lebih mengkhawatirkan, tujuh personel lagi akan memasuki masa pensiun pada 2027.

“Kalau ada dua atau tiga kebakaran yang lokasinya berjauhan, terus terang kami kewalahan. Personel kami tidak cukup,” kata Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Banyuwangi, Edy Supriyono.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Banyuwangi, Edy Supriyono.

Pria yang tak lama lagi memasuki masa purnatugas itu mengaku tetap memperjuangkan nasib Damkar sebelum melepas jabatannya.

“Sebentar lagi saya pensiun. Tapi saya tetap berjuang untuk Damkar, terutama soal armada yang sudah tua, biaya operasional, biaya perawatan kendaraan, dan tambahan bahan bakar agar pelayanan tetap berjalan,” ujarnya.

Persoalan tidak berhenti pada jumlah personel.

Banyuwangi saat ini hanya memiliki tiga pos sektor, yakni di Srono, Bangorejo, dan Genteng. Masing-masing hanya dibekali satu mobil tangki, satu kendaraan rescue, dan dijaga petugas yang jumlahnya sangat terbatas.

Sementara di Markas Komando, armada pemadam yang tersedia hanya lima unit untuk melayani seluruh wilayah Banyuwangi.

Padahal, setiap tahun jumlah kebakaran selalu menembus lebih dari 120 kejadian. Belum lagi operasi penyelamatan yang hampir setiap hari mencapai dua hingga tiga kali.

iklan warung gazebo