FPRB Dampingi dan Bentuk SPAB Secara Gratis di Madrasah Dekat Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi

by -4 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Banyuwangi kembali melakukan pendampingan dan pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Qulub, Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (21/7/2026).

MI Miftahul Qulub menjadi sekolah kelima yang mendapatkan pendampingan dan penguatan SPAB dari FPRB Banyuwangi secara gratis.

Materi yang disampaikan secara interaktif oleh narasumber FPRB Banyuwangi meliputi konsep dasar kebencanaan dan pengurangan risiko bencana, pengenalan program SPAB, identifikasi ancaman, kerentanan, dan kapasitas sekolah, serta penyusunan peta risiko sekolah, jalur evakuasi, titik kumpul, dan rambu keselamatan.

Relawan FPRB juga memberikan pemaparan mengenai pembentukan serta tugas dan fungsi Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS).

Selain itu, peserta mendapatkan edukasi kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi, kebakaran, banjir, dan berbagai potensi bencana lainnya.

Yang tidak kalah penting, relawan FPRB Banyuwangi juga memberikan simulasi evakuasi dan penyelamatan diri sebagai bentuk latihan menghadapi kondisi darurat.

Penyampaian materi dikemas secara menarik melalui diskusi, permainan edukatif, praktik langsung, dan simulasi sehingga mudah dipahami oleh peserta didik, guru, dan tenaga pendamping lainnya.

Ketua FPRB Kabupaten Banyuwangi, Mahbub Junaidi, mengatakan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terbentuknya TSBS lengkap dengan struktur organisasi dan pembagian tugas yang jelas.

Selain itu, diharapkan tersusun dokumen dasar SPAB yang meliputi peta risiko sekolah, jalur evakuasi, titik kumpul, prosedur tetap tanggap darurat, dan rencana kesiapsiagaan sekolah.

“Meningkatnya pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana,” ujar Mahbub.

Menurutnya, hasil lain yang ingin dicapai adalah terbangunnya budaya sadar risiko sebagai bagian dari kegiatan sekolah sehari-hari.

“MI Miftahul Qulub ini diharapkan menjadi contoh penerapan SPAB bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Banyuwangi,” imbuhnya.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara sukarela oleh FPRB Banyuwangi bersama jejaring relawan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam meningkatkan ketangguhan satuan pendidikan.

Peserta didik tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terlihat penuh semangat dan memberikan respons positif selama kegiatan berlangsung.

Selama penyampaian materi dan simulasi, siswa aktif bertanya, menjawab pertanyaan narasumber, serta berpartisipasi dalam setiap sesi praktik.

Simulasi evakuasi menjadi salah satu sesi yang paling diminati karena memberikan pengalaman langsung tentang cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana.

“Sekolah merupakan tempat tumbuh dan berkembangnya generasi penerus bangsa. Karena itu, membangun budaya aman bencana harus dimulai sejak dini melalui satuan pendidikan,” pungkas Mahbub.

Sementara itu, Sekretaris FPRB Banyuwangi, Heppy, menambahkan bahwa antusiasme siswa menunjukkan tingginya minat peserta didik untuk belajar menjadi generasi yang sadar risiko dan siap menghadapi bencana.

“Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat peserta didik untuk belajar menjadi generasi yang sadar risiko dan siap menghadapi bencana,” tegas Heppy.

Para guru, tenaga pendidik, dan pendamping MI Miftahul Qulub juga tidak kalah antusias dibanding para siswa. Mereka mengakui materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan sekolah dan mudah dipahami oleh guru maupun peserta didik.

Para guru berharap pendampingan tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi berlanjut melalui pembinaan berkala, pelaksanaan simulasi rutin, serta penguatan dokumen dan kebijakan sekolah.

Dengan demikian, budaya aman bencana benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan MI Miftahul Qulub yang berlokasi tidak jauh dari kawasan tambang emas Tumpang Pitu./////////

iklan warung gazebo