Sebenarnya Prabowo Tidak Butuh Rocky Gerung, tapi Rocky Gerung yang Memerlukan Prabowo

by -182 Views
Wartawan: In'amul Mustofa M.IP
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Bukan untuk mengatakan kepada rakyat bahwa pemerintah selalu benar, tetapi untuk membantu pemerintah melihat bagaimana dirinya sedang dibaca dari luar. Kekuasaan membutuhkan orang yang sesekali dapat mengatakan: yang Anda anggap benar belum tentu demikian ketika dilihat dari sisi lain.

Namun di sinilah paradoksnya.


Cermin yang diletakkan di dalam istana akan menghadapi persoalan baru: apakah ia masih mampu memantulkan wajah istana sebagaimana adanya?

Sebab Rocky selama ini memiliki daya justru karena berada di luar. Ia bebas mengganggu kemapanan cara berpikir, termasuk cara berpikir pemerintah. Setelah masuk ke dalam, ia memperoleh sesuatu yang sebelumnya tidak dimilikinya: akses langsung kepada pusat kekuasaan.

Tetapi ia sekaligus kehilangan sebagian jarak yang selama ini menjadi sumber kekuatannya.

Maka mungkin benar bahwa Prabowo tidak membutuhkan Rocky sebagai juru bicara. Yang dibutuhkan adalah Rocky sebagai cermin.

Tetapi ada pertanyaan lain yang lebih nakal.

Jangan-jangan justru Rocky yang membutuhkan Prabowo.

Bukan karena ia membutuhkan jabatan. Bukan pula karena tiba-tiba pandangannya berubah. Melainkan karena setelah bertahun-tahun berbicara tentang kekuasaan dari luar, kini ia memperoleh kesempatan untuk melihat kekuasaan dari dalam.

Ia berpindah tempat untuk menguji gagasannya sendiri.

Dan di situlah sesungguhnya pertaruhan Rocky dimulai.

Selama berada di luar, ia dapat dengan mudah menjadi pengganggu pikiran kekuasaan. Setelah berada di dalam, ia harus membuktikan apakah ia masih mampu menjadi cermin bagi kekuasaan—atau perlahan berubah menjadi bagian dari wajah yang selama ini ia pantulkan.

Barangkali, akhirnya, bukan Prabowo yang sedang menguji Rocky.

Rocky-lah yang sedang diuji oleh tempat barunya.

penulis: hobby bersepeda dan pemerhati kebijakan publik & Demokrasi

iklan warung gazebo