Tokoh Pemuda Utara Sungai Brantas Apresiasi Atlet Loncat Indah Mojokerto Juara Umum Kejurprov 2026

by -5 Views
Wartawan: Rahmat
Editor: Herry W. Sulaksono
Najib Alfalaq, tokoh pemuda Utara Sungai Brantas.
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Mojokerto, seblang.com – Luar biasa, Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Loncat Indah Jawa Timur 2026 menghadirkan kejutan sekaligus sinyal kuat perubahan peta kekuatan. Kabupaten Mojokerto tampil sebagai juara umum setelah menjadi pengumpul medali terbanyak dengan raihan 8 emas, 3 perak, dan 3 perunggu.

Posisi kedua ditempati Kota Surabaya dengan 5 emas, 11 perak, dan 11 perunggu, disusul Kabupaten Sidoarjo di peringkat ketiga dengan 4 emas dan 4 perak.

Prestasi gemilang atlet loncat indah Kabupaten Mojokerto ini mendapat sambutan dari anggota dewan, pejabat daerah, serta tokoh pemuda di wilayah Sungai Brantas. Mereka memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut.

Salah satunya datang dari Najib Alfalaq, tokoh pemuda Utara Sungai Brantas. Ia mengaku bangga atas keberhasilan para atlet yang mampu merebut juara umum dalam Kejurprov Loncat Indah 2026 di Surabaya.

“Saya ikut senang dan bangga terhadap para atlet loncat indah Kabupaten Mojokerto yang menorehkan prestasi hebat dengan merebut juara umum di ajang Kejurprov Loncat Indah 2026 di Surabaya,” ujar Najib Alfalaq, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, prestasi tersebut patut disyukuri karena diraih di Surabaya yang dikenal sebagai gudangnya atlet berprestasi.

“Kita semua harus bergembira karena Kejurprov ini dilaksanakan di Surabaya. Tidak mudah mengukir prestasi di kota tersebut. Namun, kita mampu membuktikan dengan meraih juara umum. Ini menjadi pemanasan menuju Porprov Jatim yang juga akan digelar di Surabaya. Dengan kekompakan dan dukungan KONI serta seluruh cabang olahraga di Kabupaten Mojokerto, kita optimistis bisa meraih prestasi lebih tinggi,” tegasnya.

Sementara itu, tokoh olahraga Jawa Timur, Ronaldy, juga memberikan apresiasi atas keberhasilan Kabupaten Mojokerto. Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti pembinaan atlet yang berjalan efektif di daerah.

“Selamat untuk Kabupaten Mojokerto yang berhasil menjadi juara umum. Ini menunjukkan kerja keras serta sistem pembinaan yang baik,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pemerataan perolehan medali emas. Dari total 11 kabupaten/kota peraih medali, sebanyak 7 daerah berhasil menyumbangkan emas. Bahkan, Kabupaten Lamongan yang belum meraih emas mampu mengamankan dua medali perak sebagai tanda peningkatan performa.

“Perkembangan loncat indah di Jawa Timur mulai merata. Tidak lagi terpusat di satu atau dua daerah saja,” jelas Ronaldy.

Hasil ini sekaligus memunculkan pertanyaan, apakah dominasi Kota Surabaya dalam cabang olahraga loncat indah mulai tergeser? Melihat performa Kabupaten Mojokerto serta munculnya kekuatan baru dari berbagai daerah, peta persaingan kini semakin terbuka dan kompetitif di tingkat Jawa Timur. (rs)

iklan warung gazebo