Kota Mojokerto, seblang.com — Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, didampingi Wakil Wali Kota Mojokerto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kios Pupuk Syifa’ Bloto, Kota Mojokerto, Rabu (12/8/2026) pagi.
Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan distribusi pupuk bersubsidi tetap aman hingga akhir 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, didampingi tim sinergi lintas sektor yang terdiri atas unsur Pemerintah Kota Mojokerto, Kejaksaan Negeri, dan Kepolisian Resor Kota Mojokerto.

Kehadiran tim tersebut merupakan bagian dari pengawasan bersama yang dilakukan secara berkala dan berkelanjutan untuk memantau kondisi di lapangan sekaligus memverifikasi laporan bulanan terkait distribusi pupuk bersubsidi.
“Kami bersama-sama melakukan pengawasan secara berkala dan berkelanjutan dengan memantau langsung ke lapangan serta memverifikasi laporan bulanan. Hasil pantauan kami, saat ini ketersediaan pupuk bersubsidi di Kota Mojokerto dalam kondisi aman dan tidak ada kendala berarti,” ungkap Ning Ita di lokasi.
Berdasarkan data di lapangan, Kios Pupuk Syifa’ Bloto melayani sekitar 200 petani padi di wilayah Kelurahan Prajurit Kulon.
Hingga Agustus 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi tercatat sebanyak 62 ton pupuk urea dan 52 ton pupuk NPK. Stok tersebut dinilai masih mencukupi kebutuhan petani setempat.
Kios tersebut juga tercatat sebagai salah satu penyalur pupuk bersubsidi terbesar di wilayah Kota Mojokerto, dibandingkan kios penyalur lainnya di Kecamatan Magersari. Selama ini, penyaluran pupuk di wilayah tersebut berjalan lancar tanpa kendala distribusi yang signifikan.
Terkait penggunaan Kartu Tani sebagai instrumen penyaluran pupuk bersubsidi, Ning Ita menyampaikan bahwa uji coba penerapan sistem tersebut telah dilakukan di dua kecamatan di Kota Mojokerto.
Hasil uji coba menunjukkan adanya peningkatan produktivitas tanaman padi petani yang terlibat. Capaian tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak petani menggunakan Kartu Tani sehingga akses terhadap pupuk bersubsidi dapat dilakukan secara lebih mudah dan tepat sasaran.
“Penerapan Kartu Tani di dua kecamatan telah menunjukkan hasil positif. Produktivitas padi petani meningkat secara terukur. Ke depan, kami optimistis semakin banyak petani yang tertarik menggunakan sistem ini, meskipun tentu tetap harus disesuaikan dengan kondisi tanah dan karakteristik masing-masing wilayah,” jelasnya.
Menanggapi persoalan tunggakan pembayaran dari petani kepada pedagang pupuk yang sempat disinggung dalam diskusi, Ning Ita menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan ranah transaksi bisnis antar-pihak.
Menurutnya, pemerintah tidak perlu mencampuri persoalan tersebut selama transaksi yang dilakukan tidak melibatkan pelanggaran hukum.
Sementara itu, terkait kemungkinan penambahan kuota pupuk bersubsidi, Ning Ita menyebut penambahan kuota akan dilakukan secara proporsional sesuai dengan luasan areal tanam yang diajukan dan telah terverifikasi.
“Apabila terdapat perluasan lahan tanam, maka kuota tambahan akan diupayakan melalui mekanisme yang berlaku,” ujarnya.
Sidak tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Mojokerto dalam menjaga ketahanan pangan daerah melalui jaminan ketersediaan sarana produksi pertanian yang terjangkau dan tepat sasaran bagi para petani di wilayah Kota Mojokerto.(Adv-Kom/ri)










