Menurut Ipuk, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenalkan pentingnya menabung kepada pelajar melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).
Dia berharap kebiasaan menabung dapat membentuk keluarga yang lebih siap menghadapi kebutuhan tidak terduga sekaligus mampu merencanakan masa depan.
Ipuk juga mengingatkan masyarakat untuk lebih cerdas dalam mengelola keuangan di tengah berkembangnya layanan digital. Masyarakat diminta mewaspadai pinjaman dan investasi ilegal.
“Malam ini lampion telah menerangi Banyuwangi. Saya berharap ketika lampion padam, cahayanya tetap tinggal dalam diri kita, menjadi cahaya literasi keuangan dan kebiasaan menabung,” katanya.
Kepala OJK Jember Aris Budiman mengatakan pihaknya sengaja memusatkan Puncak Hari Indonesia Menabung wilayah Sekarkijang di Banyuwangi.
Banyuwangi dipilih karena dinilai menjadi barometer kinerja percepatan akses keuangan daerah. Menurut Aris, berbagai inovasi terus dilakukan untuk meningkatkan pemahaman keuangan masyarakat.
Program Satu Rekening Satu Pelajar juga terus didorong melalui sinergi berbagai pihak. Kebiasaan menabung sejak dini diharapkan dapat membentuk karakter sabar dan bertanggung jawab pada anak.
“Lampion merupakan simbol cahaya dan harapan masa depan kita semua. Demikian pula halnya dengan kebiasaan menabung,” tegas Aris.//////////










