Potensi Perikanan Air Tawar Banyuwangi Jadi Peluang, Pemuda Purwoharjo Sukses Budidaya Lele Beromzet Ratusan Juta

by -15 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Potensi perikanan air tawar di Banyuwangi terus berkembang dan menjadi peluang usaha menjanjikan bagi generasi muda. Dukungan sumber daya air yang melimpah serta tingginya permintaan pasar membuat sektor budidaya ikan air tawar, terutama lele, memiliki prospek besar untuk dikembangkan.

Peluang itu dimanfaatkan Yogi Deri Hendrawan, pemuda asal Desa/Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, yang sukses mengembangkan budidaya lele dengan sistem air jernih hingga mampu meraup omzet ratusan juta rupiah setiap bulan.

Berbekal pengetahuan yang diperoleh dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya, Yogi mulai merintis usaha budidaya lele sejak 2018.

Pria berusia 31 tahun itu mengawali usahanya dengan membuat tiga kolam berukuran 2 x 5 meter. Dalam proses pengembangan usaha, ia juga sempat mendapat bantuan kolam lele dari Dinas Perikanan Pemkab Banyuwangi. Kini, usahanya terus berkembang hingga memiliki 50 kolam yang tersebar di tiga lokasi.

“Saya ingin menerapkan ilmu yang saya dapatkan selama kuliah. Alhamdulillah didukung penuh oleh orang tua. Bahkan di awal memulai usaha pun, saya dibantu ayah. Terima kasih juga atas bantuan dari Pemkab Banyuwangi,” ujarnya saat ditemui Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Desa Purwoharjo, Rabu (29/4/2026).

Yogi menjelaskan, dalam budidayanya ia konsisten menerapkan sistem air jernih, yakni melakukan penggantian air kolam dua kali dalam sehari untuk menjaga kebersihan kolam sehingga mengurangi risiko serangan penyakit pada lele.

Tak hanya itu, untuk menjaga kualitas ikan lele yang dihasilkan, Yogi juga disiplin dalam pemberian pakan. Ia hanya memberikan pakan khusus ternak tanpa campuran pakan lainnya.

Teknik tersebut membuat lele memiliki kualitas daging yang lebih unggul dibandingkan dengan sistem budidaya konvensional.

“Kualitas daging lele dari kolam kami tidak berbau lumpur serta memiliki cita rasa yang lebih disukai konsumen. Selain itu, produksi kami juga stabil karena pakannya terukur,” katanya.

Yogi memilih budidaya ikan lele karena dinilai lebih menguntungkan dibandingkan jenis ikan lainnya. Selain masa panen lebih cepat, harga jualnya juga terjangkau dan peminatnya cukup tinggi.

“Masa panen lebih cepat dan harganya juga lebih terjangkau, selain itu peminatnya juga banyak,” ujarnya.

Dari usahanya tersebut, Yogi kini dapat panen setiap hari dengan hasil rata-rata 6 kuintal hingga 1 ton. Produksi tersebut saat ini baru mampu menyuplai kebutuhan wilayah Banyuwangi selatan.

“Itu pun baru bisa menyuplai kebutuhan wilayah Banyuwangi selatan. Insyaallah dalam waktu dekat kami akan menambah kolam untuk memperluas cakupan pasar,” kata Yogi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi keberhasilan Yogi dan menilai hal itu menjadi bukti bahwa potensi perikanan air tawar Banyuwangi sangat besar jika dikelola dengan baik.

Menurut Ipuk, apa yang dilakukan Yogi bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Banyuwangi untuk terjun ke sektor pertanian dan perikanan, mengingat peluang usaha di subsektor tersebut masih terbuka luas.

“Mas Yogi buktinya. Dengan budidaya lele, dia bisa sukses hingga beromzet ratusan juta rupiah,” kata Ipuk.

Banyuwangi sendiri memiliki program Jagoan Tani yang mendorong anak-anak muda daerah untuk terjun ke bisnis pertanian dengan berbagai subsektornya, termasuk peternakan dan perikanan.

Selain menghadirkan mentor dan praktisi ahli di bidangnya, program tersebut juga menyediakan stimulus modal usaha bagi peserta.

iklan warung gazebo