Penyebab Peserta Karnaval Sound Horeg Sumbermulyo Meninggal Mendadak : Camat Sebut Kebanyakan Minum Arak, Polisi Bantah Ada Miras

by -38 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
gambar ilustrasi
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com  – Seorang peserta karnaval budaya dan parade sound horeg di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, meninggal dunia. Ada perbedaan keterangan antara camat dan polisi terkait kondisi korban sebelum meninggal, termasuk soal dugaan konsumsi minuman keras (miras).

Korban diketahui bernama Bonari (48), warga Desa Sumbermulyo. Ia meninggal setelah sempat mengalami sakit saat mengikuti rombongan karnaval pada Minggu (23/8/2026) malam.



Camat Pesanggaran Didik Eko Wahyudi mengatakan Bonari diduga mengalami serangan jantung setelah mengonsumsi arak dalam jumlah banyak sebelum mengikuti karnaval.

“Satu orang meninggal dunia dalam acara karnaval budaya dan parade sound horeg di Desa Sumbermulyo,” kata Didik saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2026).

Didik menyebut Bonari awalnya berjalan mengikuti rombongan. Sekitar 1 kilometer dari titik start, korban tiba-tiba oleng dan jatuh.

“Mulai dari lapangan, korban terlalu banyak minum minuman keras jenis arak. Diduga jantung korban tidak kuat,” ujarnya.

Bonari kemudian mendapat pertolongan dari peserta lain dan petugas. Ia dibawa ke Puskesmas Pesanggaran, namun nyawanya tidak tertolong.

Polisi Bantah Ada Miras

Kapolsek Pesanggaran AKP Agus Hari Widodo memberikan keterangan berbeda. Polisi menyatakan tidak menemukan adanya pesta miras dalam kegiatan tersebut.

Menurut Agus, Bonari sempat mengeluhkan sakit ketika rombongan sudah mendekati finis. Teman-temannya kemudian membantu korban beristirahat di bak belakang mobil pikap.

Kondisi Bonari sempat membaik. Ia masih bisa berbincang dengan teman-temannya sebelum kembali berjalan mengikuti rombongan.

Namun, tak lama kemudian Bonari kembali lemas. Korban lalu dibawa ke Puskesmas Pesanggaran dan dinyatakan meninggal dunia setelah diperiksa petugas medis.

Agus menyebut teman-teman korban juga memberikan informasi bahwa Bonari sebelumnya pernah mengeluhkan nyeri di bagian dada.

“Keterangan teman-temannya, dia pernah punya riwayat nyeri di dada,” katanya.

Terkait dugaan korban mengonsumsi miras, Agus menegaskan polisi tidak menemukan adanya pesta miras.

“Gak ada, gak ada miras. Karena memang karena kondisi sakit,” tegas Agus.

Agus menambahkan polisi telah melakukan sweeping sebelum karnaval berlangsung.

Jenazah Bonari kemudian dibawa ke rumah duka dan dimakamkan pada Senin pagi.

Karnaval budaya dan parade sound horeg di Desa Sumbermulyo dimulai sekitar pukul 15.00 WIB dan dilepas bersama jajaran Forkopimka Pesanggaran.

iklan warung gazebo