“Kalau tenggorokan terasa gatal dan batuk tidak reda, coba tanya ke hati: ada rasa jengkel kepada siapa? Suami, istri, atau orang tua?” ucapnya.
Hal lain yang menurut Mama Lourend perlu menjadi bahan introspeksi adalah ketidakjujuran. Menyembunyikan perasaan, berdusta, atau tidak mengungkapkan kebenaran, menurut pandangan spiritualnya, dapat menjadi alasan seseorang untuk mengevaluasi kembali kondisi batinnya.
Karena itu, selain tetap memperhatikan penanganan secara medis, Mama Lourend menyarankan masyarakat melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Beberapa hal yang disarankannya antara lain:
- Memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT serta berdzikir.
- Menjaga lisan dan menghindari ghibah maupun kebiasaan mengomel.
- Meminta maaf kepada orang yang pernah disakiti.
- Menjaga salat lima waktu dengan khusyuk.
Menurutnya, menjaga hati dan lisan merupakan bagian dari upaya memperbaiki diri.
“Kalau tidak bisa berkata baik, lebih baik diam,” ujarnya.
Mama Lourend menegaskan, pandangan tersebut merupakan bagian dari perspektif spiritual. Sementara itu, batuk secara medis dapat disebabkan oleh berbagai kondisi dan apabila berlangsung lama atau disertai gejala tertentu, sebaiknya diperiksakan kepada tenaga kesehatan.
Ia berharap keluhan kesehatan juga dapat menjadi momentum bagi seseorang untuk memperbaiki diri, baik dari sisi perilaku maupun kehidupan spiritual.
“Kadang Allah tidak langsung menurunkan sakit, tetapi lewat batuk yang sepele, Dia ingin kita sadar dan memperbaiki diri,” pungkasnya.///////










