Pemkab Banyuwangi Gandeng IAI Jatim, Dorong Pembangunan Berbasis Arsitektur Lokal dan Berkelanjutan

by -4 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Menurutnya, perkembangan arsitektur di Banyuwangi tidak lepas dari konsistensi pemerintah daerah dalam mengembangkan desain yang mengangkat identitas lokal sekaligus mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Salah satu tonggaknya adalah keberhasilan Bandara Internasional Banyuwangi meraih Aga Khan Award for Architecture, salah satu penghargaan arsitektur bergengsi di dunia.

Di sisi lain, kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat sumber daya manusia bidang arsitektur di Banyuwangi.

Fafan menyebut jumlah arsitek yang berpraktik di Banyuwangi terus bertambah. Dari sebelumnya hanya sekitar tiga hingga empat arsitek, kini terdapat 10–16 arsitek teregistrasi, 33 konsultan perencana, serta sekitar 80 sarjana arsitektur yang kembali ke daerah.

“Dari awal hanya terdapat tiga hingga empat arsitek, kini Banyuwangi memiliki 10–16 arsitek teregistrasi, 33 konsultan perencana, serta sekitar 80 sarjana arsitektur yang kembali ke daerah,” ujarnya.

IAI Jawa Timur juga berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas para arsitek dan tenaga profesional di Banyuwangi.

Saat ini telah terbentuk Komisariat Wilayah IAI Banyuwangi sebagai wadah resmi bagi arsitek lokal untuk berpraktik, berkolaborasi dan meningkatkan kompetensi.

“Dengan terbentuknya komisariat ini, kami berharap ekosistem arsitektur di Banyuwangi semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembangunan daerah,” ujar Fafan.

Penguatan ekosistem tersebut juga dilakukan melalui ruang diskusi publik. IAI Jatim Komisariat Banyuwangi menggelar rangkaian acara Gesah dan Pameran Arsitektur pada 11–13 September 2026 yang menjadi ruang bertemunya para arsitek, pemerintah, akademisi dan masyarakat untuk membahas perkembangan arsitektur di daerah./////////

iklan warung gazebo