“Sebagai generasi pewaris Majapahit, kita membawa semangat Spirit of Majapahit. Karena itu, seni dan budaya harus terus diberikan ruang untuk ditampilkan dan diekspresikan oleh generasi-generasi kita,” tuturnya.
Menurutnya, pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab para pegiat budaya, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan kepada generasi muda. Melalui kegiatan seperti One School One Event, anak-anak dapat mengenal, mempelajari, sekaligus mengekspresikan seni dan budaya dengan cara yang dekat dengan dunia mereka.
Lebih lanjut, Ning Ita berharap Taman Bahari Majapahit tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi berkembang sebagai ruang publik yang memberikan manfaat bagi berbagai sektor.
“TBM yang sudah kita bangun ini diharapkan bisa menjadi ruang publik yang bermanfaat, menjadi ruang untuk berekspresi dan ruang bertemunya berbagai sektor, baik ekonomi, budaya, pendidikan, sosial, maupun sektor lainnya,” jelasnya.
One School One Event menjadi salah satu contoh bagaimana ruang publik dapat dihidupkan melalui kreativitas generasi muda. Di atas panggung TBM, para siswa tidak hanya tampil, tetapi juga belajar percaya diri, bekerja sama, melestarikan seni, dan menghargai proses berkarya.
Ning Ita turut menyampaikan terima kasih kepada para guru dan orang tua yang terus memberikan dukungan kepada anak-anak untuk berani tampil dan mengembangkan bakatnya.//////










