Selain membahas penguatan organisasi, Gus Hamim juga menanggapi isu pengelolaan tambang yang belakangan dikaitkan dengan Nahdlatul Ulama. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan kewenangan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), sehingga masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh berbagai informasi liar di media sosial.
“Isu-isu di media sosial itu jangan sampai menimbulkan fitnah. Kalau urusan pengelolaan tambang itu ranah PBNU. Di Kabupaten Malang sendiri warga Nahdliyin tetap guyub dan kompak,” tegasnya.
Ia memastikan isu yang berkembang di tingkat pusat tidak memengaruhi soliditas warga NU di Kabupaten Malang. Menurutnya, hubungan antarwarga Nahdliyin di daerah tetap harmonis dan kondusif.
“Di Kabupaten Malang ini sebenarnya kita kompak. Isu-isu yang berkembang di PBNU maupun PWNU tidak berpengaruh signifikan di tingkat kabupaten,” tambahnya.
Di akhir keterangannya, Gus Hamim berpesan agar kepengurusan MWC NU Kecamatan Wajak yang baru dilantik mampu bekerja lebih optimal dan terus menjaga kolaborasi dengan pemerintah daerah demi kemajuan masyarakat.
“Kami berharap pengurus NU di Wajak ini semakin maksimal dalam menjalankan program-program Nahdlatul Ulama. Jangan lupa untuk selalu bersinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam bidang ekonomi, kesehatan, dan program kemasyarakatan lainnya,” tandasnya.
Hadir dalam pelantikan tersebut, jajaran pengurus MWC NU dan PAC Anshori Wajak, Muslimat dan Fatayat NU, Forkopimcam Wajak










