Selain itu, tersedia bawang putih dan bawang merah masing-masing seharga Rp6.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, telur ayam ras Rp20.000 per pak, serta daging ayam ras Rp32.000 per pak.
Gubernur Khofifah menjelaskan, pasar murah tersebut merupakan bagian dari upaya stabilisasi inflasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok. Pelaksanaannya dilakukan secara bergilir untuk melengkapi upaya pemerintah kabupaten dan kota.
“Pasar murah tahun 2026 ini sudah dilaksanakan sebanyak 139 kali. Harapannya, program ini semakin mendekatkan akses kebutuhan pokok kepada masyarakat sekaligus menjaga daya beli,” kata Khofifah.
Ning Lia menambahkan, pengendalian inflasi tidak dapat hanya mengandalkan satu program. Pasar murah harus berjalan beriringan dengan penguatan pasokan, kelancaran distribusi, pemantauan harga, serta sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
Program pasar murah juga dinilai dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas apabila turut melibatkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kecil dan menengah (IKM).
“Manfaatnya akan semakin luas ketika produk UMKM dan IKM ikut dilibatkan. Masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sedangkan pelaku usaha lokal mendapatkan ruang untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya,” tutur Ning Lia.
Ia berharap intervensi pasar tersebut terus dilanjutkan, terutama di wilayah yang membutuhkan penguatan akses dan keterjangkauan pangan. Sebab, stabilitas harga tidak hanya berkaitan dengan angka inflasi, tetapi juga menyangkut ketahanan ekonomi setiap keluarga.
“Ketika harga kebutuhan pokok tetap terjangkau, masyarakat memiliki ruang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Menjaga stabilitas harga dan daya beli warga harus menjadi perhatian bersama,” pungkasnya. (*/ady)










