Sehingga pada saat berkunjung ke Geopark ijen, wisatawan tidak hanya mempelajari wisata semata. Namun juga dapat mempelajari bidang geologi, biologi maupun budaya di daerah yang dikenal sebagai serpihan tanah sorga di ujung timur Pulau Jawa ini. Hal tersebut bisa menjadi variasi alasan orang untuk mengunjungi Geopark Ijen.
“Di Geopark Ijen kita dapat mempelajari banyak ilmu, seperti geologi, hewan dan tumbuhan sampai dengan adat tradisi dan seni kebudayaan sehari-hari masyarakat Banyuwangi,” jelas Abdillah
Selanjutnya Yudhi Anjar, Ketua BSMN Banyuwangi yang hadir dalam kegiatan buka bersama mengaku sangat mendukung upaya Geopark Ijen menuju Unesco Global Geopark.
” Kami pegiat media sosial di Banyuwangi sangat mendukung potensi yang dimiliki Banyuwangi. Hal ini tentunya akan terus berkembang dan akan terus tergali potensi-potensi di tiap daerah. Oleh karena itu saya berharap teman-teman untuk terus memberikan support situs-situs Geopark Ijen terutama yang ada di Banyuwangi,” ujar Anjar.
Adapun situs-situs yang terdapat di Geopark Ijen saat ini meliputi antara lain; 21 situs geologi, 6 situs biologi, 10 situs budaya benda dan 8 situs budaya tak benda.
Situs- situs tersebut adalah laboratorium alam yang dimiliki oleh rakyat yang menjadi tempat belajar berbagai elemen masyarakat, akademisi, dan tentunya menjadi destinasi menarik untuk berwisata.//










